Sabtu, 15 Juli 2017

#3 KEMAMPUAN KEMANDIRIAN ANAK

Sabtu, 15 Juli  2017 adalah hari ke-3 melatih kemampuan kemandirian Kakak Alesha dan Adik Aira.
Kakak Alesha ingat betul desjob apa yang sudah bunda berikan , malah ayah bunda yang kadang lupa, hihi. Pagi tadi misalnya, saat bunda nyupir (baca : nyuci piring) kakak Alesha dan Adek Aira pas lagi asyik lihatin kakak Zidan main game di ponselnya, kakak Alesha yang mengingatkan,
"Bunda, jadi aku kan yang cuci piring dan gelas plastiknya?" dengan ekspresi senyum lucunya
"Oh iya, bunda lupa, yuk sini belum bunda cuci kebetulan yang plastik-plastik" jawab bunda dengan menutup kran air.
"Siap bunda elok" kakak Alesha berlari mengambil kursi untuk membantu dia berdiri agar bisa menjangkau wastafel cuci piring. Mulailah kakak mencuci piring-piring dan gelas-gelas plastik dengan sesekali tersenyum pada bunda yang berdiri di sebelah kakak. Kakak senang sekali dengan tanggung jawab yang bunda berikan. Adik Aira melihat kakak Alesha 'bermain' air, dia ikutan mendekat pada kami.
"Adek mau bantu" pintanya dengan mimik lucu, perpaduan ngambek dan rasa ingin tahu mengintip kakaknya dengan jinjit kaki, lalu tak lama kemudian lari juga ke ruang depan buat ambil kunci plastiknya. Segera bunda tangkap, hup, lalu bunda pegang bahunya dan tatap matanya.
" Adek masih belum waktunya bantu bantu bunda cuci piring  sayang"
"Adek bantu bunda" dia meronta
"Gimana kalau adik bertugas meletakkan hasil cuci piring kakak ke raknya? mau?"
"Mau" dia mengangguk senang, dengan bunda beri contoh sekali, adik menirukan meletakkan 2 piring plastik dan 1 gelas plastik di raknya. Meski tidak sesuai letak sebenarnya tapi bunda tetap mengapresiasi dengan semangat.
" Waah adik pintar, sudah bisa membantu bunda dan kakak"
Adik tersenyum senang, "Adek bica, maci" (adik bisa, makasih)
"Makasih adik pintar"
"cama-cama buda elok" (sama-sama bunda elok)
Ok, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, melatih kemampuan kemandirian kakak, eh adik juga bisa sekalian diajari, hehe.

Tiba waktunya mandi pagi, bunda kembali meminta adik untk belajar melepas baju sendiri dan alhamdulillah bisa. Ok adik besok kita lanjutkan latihannya dan coba kemampuan kemandirian yang lain ya . . . .


#level2 #day3
#BundsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10Hari


Jumat, 14 Juli 2017

#2 Kemampuan Kemandirian Anak

Hari ini hari kedua dalam Kemampuan Kemandirian kakak Alesha dan adik Aira, ini cerita lengkapnya.... ;)

Pagi tadi kakak Alesha kembali melewatkan waktu membuka pintu dan tirai rumah karena dia bangun kesiangan dan kebetulan menginap di rumah sebelah (rumah om dan tantenya). Jadi, bunda menggantinya dengan tugas membantu bunda mencuci piring dan gelas plastik. Kakak mencucinya dengan riang karena apapun yang berhubungan dengan air pasti disuka anak-anak termasuk kakak, hehe. Kebetulan tadi pagi hanya ada 1 gelas plastik dan 2 piring plastik yang harus dicuci kakak.

Untuk adik Aira, bunda mengingatkan lagi kalau adik sudah berusia 2 tahun lebih jadi harus belajar melepas baju sendiri sebelum mandi dan memakai baju sendiri setelah mandi. Tadi pagi adik berhasil melepas kaos dan celana dalam sendiri tetapi saat memakai kaos dalam masih dibantu dan sudah bisa memakai celana dalam sendiri, alhamdulillah. Untuk memakai baju kalau setelah kaos dan celana pendek adek sudah bisa memakai celananya (kalau celana pendek sih, kalau leging atau joger pant belum bisa karena sempit/ketat mungkin ya? hehe), untuk kaos masih perlu bantuan karena kaosnya rata-rata sudah sempit dengan badan yang semakin berisi alias gendut, hihi.

Untuk besok, sepertinya untuk kakak tetap belajar membantu bunda mencuci peralatan makan minum dari plastik dan adik belajar melepas dan memakai baju sendiri.




#level2 #day2
#BundsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10Hari





Rabu, 12 Juli 2017

#1 Kemampuan Kemandirian Anak

Semalam, bunda sudah menyampaikan pada kakak Alesha dan adik Aira, bahwa mulai besok akan ada hal-hal yang bunda coba berikan pada kakak dan adek agar menjadi kebiasaan dan tanggung jawab mereka.
Untuk kakak alesha mulai pagi ini bertugas membantu bunda membuka pintu rumah dan menyibakkan tirainya setiap pagi dan adek aira harus sudah melepas baju sendiri sebelum mandi, lalu memakai baju sendiri setelah mandi dengan minim bantuan dari Ayah/Bunda. Kakak sudah Ok mengiyakan, adekpun demikian, dan hasilnya adalah . . . . :
- Pagi ini, bangun tidur kakak datang ke kamar bunda untuk bercanda dengan adek, alias kruntelan sebelum mandi, hehe. Beberapa saat setelah kami ngobrol santai, kakak kaget dan berkata : " Oh iya, aku kan punya tugas dari bunda untuk membuka pintu dan tirai ya?" dia berlari keluar dan ternyata pintu dan tirai sudah terbuka, "yaaaa sudah terbuka bunda" uajarnya kecewa. Bunda lupa belum bilang ayah soal tugas baru kakak, jadi ayah udah buka pintu dan tirai sepulang dari jamaan subuh dari mushollah :)
"Ok kakak, tidak apa-apa, nanti malam kita ganti dengan menutup pintu dan menutup tirainya ya . . .  dan besok pagi kita mulai buka pintu dan tirainya ya..."
"Baik bunda, siap" jawab kakak.
" Bunda seneng ya kalau anaknya mau membantu?" tanyanya dengan senyum lebar
"Iya dong senang, bunda kan pengen mengajari kakak mandiri dan tahu pekerjaan rumah, jadi bisa membantu bunda, mau kan?"
"Iya bunda" mendaratlah ciuman cinta dari kakak di pipi saya
Terdengar suara Ayah dari luar kamar, anak-anak ayo mandi air hangatnya sudah siap....(beberapa hari ini saat mandi pagi, kakak adek kembali mandi dengan air hangat karena udara yang cukup dingin sehingga dari pada mereka menunda waktu mandi lebih siang, lebih baik tetap mandi pagi tetapi dengan air hangat.
- Tiba waktunya adek belajar : adek ayo mandi sayang, lepas kaos dan celananya ya...pampersnya bunda yang bantu lepaskan. Tiba-tiba terdengar suara adik menangis dan gelas jatuh, ternyata adek ketumpahan kopi panas yang ayah buat di meja dapur, jadi sebagian menumpahi bagian perutnya, Alhamdulillah hanya terpercik saja. Bunda lihat basah di bagian perutnya, segera bunda lepaskan dan guyur dengan air hangat, lalu dia melepas sendiri celana dalamnya dengan sisa tangisnya. "Ok dek, mana yang sakit/panas nak? " dia menunjuk perutnya dan saya mengusapnya lalu meniupnya.
"Lain kali hati-hati ya nak, jangan pegang piring atau gelas atau wadah apa saja yang ada di meja dapur, karena itu panas nak, beda dengan kalau diletakkan di meja makan"
"Iya bunda elok" jawabnya dengan sedikit mewek. Kakak mengelus kepala adeknya, gak papa ya dek, lain kali hati-hati.
" Ok, Good Girl"

Yah, ini cerita hari pertama Tantangan 10 Hari Melatih Kemampuan Mandiri Anak

#level2 #day1
#BundsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10Hari


RENCANA KEMAMPUAN KEMANDIRIAN ANAK

Yeah, libur tlah usai, libur tlah usai, hore hore hore . . . . kembali berkativitas normal setelah libur lebaran ternyata jetlag juga lho, hehe. Finally, selain sekolah yang akan segera masuk, kelas Bunda Sayang Batch #2 juga sudah mulai masuk per tanggal 10 kemarin daaaan sudah di share Game Tantangan 10 Hari Level 2. Tantangan 10 hari ini bertema Kemampuan Kemandirian Anak, yang artinya saya harus membuat dulu List Rencana Kemampuan Mandiri Anak yang hendak saya terapkan pada anak-ana saya.

→Kakak Alesha (4tahun, 2bln, 6hari - tepat hari ini, Selasa 12 Juli 2017)
    Kemampuan Kemandirian yang akan saya coba bersama kakak adalah :
    1. Memberi tugas kakak untuk membuka pintu, jendela dan tirai rumah di pagi hari
    2. Membereskan tempat tidurnya sendiri
    3. Membantu bunda mencuci piring gelas plastik setiap pagi (sebelumnya sudah sering sih, tapi hanya pada situasi tertentu saja, belum menjadi tugas rutin harian kakak)
    4. Melipat baju hasil jemuran sebelum disetrika
    5. Memasukkan/menata baju hasil setrikaan emak ke dalam lemari

← Adek Altaira (2tahun, 3 bulan, 8 hari - tepat hari ini, Selasa 12 Juli 2017)
    1. Membereskan mainannya dan meletakkannya kembali ke tempatnya
    2. Membuang sampah pada tempatnya (selama ini masih sering meleset dari wadahnya karena melempar agak jauh dari tempat sampahnya)
   3. Meletakkan piring, sendok plastik hasil cucian kakak alesha ke tempatnya
   4. Melepas dan memakai baju sendiri (selama ini masih moody, kadang mau kadang tidak)

#level2
#BundsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10Hari
 

Sabtu, 10 Juni 2017

Tangan Kelas Bunda Sayang #Day10


Jombang, 10 Juni 2017

Kepada kedua anak saya, saya membiasakan mereka dengan tugas-tugas kecil di rumah sesuai dengan kemampuan mereka, misal membuang sampah pada tempatnya, membantu bunda mencuci piring dan gelas plastik, mengambilkan sandal saat bunda selesai berwudlu, mematikan kipas angin, mengambilkan ini itu, dll.
Ucapan terima kasih, pujian dan kritikan adalah evaluasi yang biasa saya berikan pada tugas yang saya berikan pada anak-anak baik pada kakak maupun adik. Porsi yang paling banyak adalah ucapan terim kasih dan pujian untuk membangkitkan semangat, rasa percaya diri dan penghargaan saya terhadap mereka. Kritikan kadang saya berikan pada kakak alesha karena dia sudah dapat mencerna dengan baik penjelasan saya tentang sesuatu. Misal : saat kakak membantu saya mencuci piring dan gelas plastik, saya memberinya contoh terlebih dahulu baru dia eksekusi, nah ketika ada proses yang kurang pas sehingga hasil kurang bersih, maka dengan perlahan saya berikan kritik yang membangun, misalnya : kakak, guyur airnya harus lebih lama ya supaya bekas sabunnya hilang semua atau kakak supaya sabunnya benar-benar hilang harus diapakan ya? kok ini masih licin ya? biasanya dia akan tanggap dg menjawab : oh itu kurang bersih membilasnya kayanya bunda, sini kuulang lagi bilasnya.
Goodgirls, my lovely girls, Alesha dan Altaira.
Adek sudah mulai meniru kakaknya ingin membantu mencuci piring tapi belum saya beri kesempatan karena tangannya belum bisa menjangkau kran di wastafel. Mungkin baru liburan besok ini, coba akan saya beri bak cuci piring di bawah, supaya bisa dengan duduk di kursi plastik belajar mencuci piringnya :)

#level1
#day10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tantangan Kelas Bunda Sayang #Day9

Jumat, 9 Juni 2017

Hari ini saya dan suami masing-masing ada acara rapat dan buka bersama di sekolah masing-masing. Timbul masalah, apakah anak-anak mau ditinggal dengan tante dan omnya serta mbah kung dan mbah utinya? jawabnya tentu tidak, artinya selain kepergian kami di pagi hari hingga siang hari pada hari-hari kerja mereka pasti maunya IKUT.TITIK. Saya mencoba memberi kakak pengertian bahwa sekolah bunda jauh dan pulangnya habis maghrib jadi gelap, bunda kuatir klo bonceng kakak di malam hari, apalagi bunda berangkat sendiri, lagian adek di rumah sendiri sam tante om kan kasian.
Kakak masih bersikukuh ingin ikut bunda atau ayah ke sekolah, kemudian bunda memberi kakak pilihan, kakak ikut dengan bunda tapi tidka boleh rewel dan ngajakin pulang sebelum acara selesai atau kakak di rumah aja tapi bunda belikan es krim? dan kakak memilih es krim tapi dengan syarat : bunda harus segera pulang setelah buka bersama. Ok dear, deal ya....

Ya, tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun bisa memilih meski seringnya pilihan mereka masih berdasarkan emosional semata, tapi komprod dengan memberikan pilihan bisa jadi pilihan jika anak sudah cukup usia dan dapat diajak berkomunikasi 2 arah

#level1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tantangan Kelas Bunda Sayang #Day8

Jombang, 8 Juni 2017
Dari banyak poin dalam komunikasi produktif dengan anak-anak, yang sering saya coba terapkan adalah : mengendalikan emosi dan intonasi suara yang ramah pada anak. Kebetulan saya memiliki 2 orang anak dengan jarak usia 23 bulan, sehingga sangat besar kemungkinan mereka untuk bertengkar, berebut mainan atau saya dan hal-ahal ajaib lainnya khas anak-anak. Jujur saya bukan tipekal orang yang sabar dan telaten, tapi dengan anak saya bisa berubah menjadi lebih sabar dan telaten, tapi dalam batas tertentu. Saya jua tipekal orang yang kurang bisa mentolelir kerusuhan atau kekotoran atau ketidakrapian yang di luar batas, sehingga terhadap anak-anak saya belajar buat rules yang jelas tentang boleh bermain di mana dan apa saja. Zona bermain boleh berantakan seperti kapal karam dan pecah, tapi selain itu tidak boleh ata harus diminimalisir.

* Kakak alesha tipekal anak yang sangat peka atau halus perasaannya, dengan perubahan nada bicara dan raut wajah saya saja dia sudah menyadari kalau ada yang salah atau ada yang saya kurang suka sehingga dia akan buru-buru bertanya :
"bunda marah sama aku?" atau " maaf bunda, aku salah ya?"
Di saat seperti itu saya akan menjawab : " nggak kak, bunda cuma pengen kakak dan adek mau dengerin bunda meski bunda bicara pelan"
" Kakak mau dengerin bunda?"
" Iya bunda mau, tapi jangan marah-marah ya?"
" Iya sayang" 
Di situ saya merasa "NYESS" di hati, ada sesal dan sesal dalam hati kenapa emosi negatif saya sampai terbaca oleh anak.

*Adek Aira, tipekal anak kinestetik yang tidak bisa diam dalam kurun waktu  lama, ada saja ulah dan tingkah polahnya yang bikin spot jantung, mulai dari memanjat sana sini, lari sana sini, berantakin ini itu, dll. Kepekaan perasaannya belum tampak seperti si kakak, tapi adek juga sudah tumbuh rasa empatinya. Adek mulai bisa diberi petunjuk atau arahan tentang suatu prosedur. berkomunikasi dengan adik tidak cukup hanya dengan kata-kata tapi juga praktek, maka barulah dia akan mengikuti.

#level1
#day8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tantangan Kelas Bunda Sayang #Day 7

Rabu, 7 Juni 2017 
Hari ini berjalan biasa saja, hampir tanpa selisih paham atau perdebatan berarti antara saya dan suami. Selain sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, kami juga sedang dalam kondisi good mood sehingga komprod dalam berjalan lancar tanpa hambatan berarti


#level1
#day7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tantangan Kelas Bunda Sayang #Day 6

Selasa, 6 Juni 2017
Sampai hari ke-6 ini saya masih fokus pada poin 'Clear dan Clarify' dalam komprod dengan suami, karena memang seringnya komunikasi kami kurang produktif karena kurang jelasnya (clear) topik bahasan dan tidak segera terklarifikasinya (clarify) hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman.
Hari ini, dini hari menjelang sahur saya kembali sesak nafas tak tertahankan sehingga saya sepertinya butuh dinebul. Setelah beberapa saat sesak nafas di hadapan suami, dia lempeng aja, nggak segera bertindak menyiapkan nebulizer, dia hanya memandangi saya dengan bingung. Andai tidak dalam keadaan sesak tentu saya sudah marah, kok bisa udah tahu saya sesak kok nggak ditawari disiapkan nebul atay diambilkan ventolin spray atau obat sesak atau apalah lainnya. Jadi suami saya yang super sabar dan penyayang itu, sangat sangat minim inisiaif dalam banyak hal, termasuk menghadapi situasi darurat. Alhasil saya memberi isyarat untuk disiapkan nebulizer, barulah suami bergerak menyiapkan. 
Setelah reda sesak nafas saya, suami saya tanya, tadi semisal bunda nggak minta disiapkan nebulizer ayah ada inisiatif nggak ngliat bunda megap2 sesak kaya tadi? jawabnya : kepikiran sih, tapi kuatir salah :( helooo, gemes kan? Ok kemudian saya jelaskan baiknya kalo saya sesak nafas tlg berikan saya pertolongan segera atau tanyakan kira2 apa yang saya mau, apakah diambilkan obat, ventolin spray atau nebulizer.
Kesimpulan hari ini, komprod tidak sukses tapi juga tidak gagal, masih setengah jalan :) Bismillah semgoga semakin baik di hari selanjutnya

#level1
#day6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundsayiip

Kamis, 08 Juni 2017

Tantangan Kelas Bundsay #Day 5

Tantangan Hari ke-5, Senin, 5 Juni 2017.
I hate monday adalah slogan yang sering kita dengar karena Senin adalah hari pertama setelah libur, hehe. Tapi bagi saya tidak selalu demikian, yang jelas Senin adalah hari yang terasa sibuk karena mengawali aktivitas rutin (pekerjaan) setelah libur. Pagi saya bisanya sudah lapor ke suami rencana aktivitas hari ini apa saja dan suami yang santai biasanya iya-iya aja tapi ntar lupa saya sudah ngomong apa. Misal :  Yah, nanti Bunda di sekolah sampai jam 1 lewat kayanya karena harus ngerjain tugas dan jam 10 ada rapim jg, jadi nanti emak suruh pulang aja, mas yang handle anak-anak kalau sudah pulang kantor bisa kan?" seringnya suami akan jawab "Ya", tapi jam 1 wa : Bunda, kok belum pulang, emak gimana ini? disuruh pulang aja apa gimana? :(

Karena ada tantang komprod di BundSay ini, saya belajar (meski sedikit demi sedikit banget mengingat tipekal saya yang kurang sabaran dan mudah 'gemes'), mengubah kalimat saya menjadi beberapa kalimat pendek, seperti :
" Ayah, nanti bunda boleh pulang telat?" pertanyaan pancingan
" Kenapa?" 
" Ada rapim jam 10, jelas molor dan lama biasanya" jawabku
" Oke, boleh aja. Trs emak nunggu sampai bunda pulang apa giman?" tanya suami
" Ya kalau ayah udah di rumah dan bisa handle anak-anak, emak pulang gpp" jawab saya
" Iya"
Jadi kalimat pendek-pendek lebih efektif daripada kalimat panjang, hehe. Clear and clarify di awal sangat efektif untuk komprod saya dan suami.

Elok Wardaniyah
Jombang, 8 Juni 2017


#level1
#day5
#tantangan10hari
#kumunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Tantangan Kelas Bunsay #Day4

Minggu, 4 Juni 2017 kemarin menjadi family day buat kami. Kami berempat formasi lengkap di rumah saja, dari pagi sampai menjelang siang kami berempat bermain bersama, eh tidak selalu sih, ada kalanya ayah yang menemani kakak alesha dan adik aira bermain, sementara bunda melakukan aktivitas lain, demikian juga sebaliknya. Kalau biasanya bunda suka uring-uringan karena Ayah kurang fokus saat dengan anak-anak, misal asyik dengan HPnya, tidak segera menjawab ketika anak-anak bertanya, minggu kemarin kejadian itu terminimalisir dengan cukup baik. Hal ini karena di pagi hari (awal) bunda sudah warning, Ayah mumpung di rumah aja, temani anak-anak bermain ya....HP nya jangan dibawa terus, ayah menjawab : Siap, Bunda :)
Mengingat sendiri dan belajar menyadari bahwa segala sesuatu kalau disampaikan jelas di awal memang tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Yang jadi masalah adalah, saya ingin sekali menyampaikan sekali diingat selamanya, sedangkan suami tipekal sekali ngomong ya untuk saat itu, alhasil kesannya saya cerewet karena harus mengulang perkataan yang sama setiap harinya tentang 'membersamai' anak-anak dan hal-hal lainnya. Tapi, pagi ini kembali saya mencoba 'clear and clarify di awal situasi sehingga tidak menimbulkan 'kejengkelan' di hati pada semuanya.
Konlusinya, Happy Sunday :)


elok wardaniyah
Jombang, 8 Juni 2017 (latepost)

#level1
#day4
#tantangan10hari
#kumunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Sabtu, 03 Juni 2017

TANTANGAN KELAS BUNDSAY #DAY3

Hari ketiga Tantangan Kelas Bunda Sayang dengan tema Komunikasi Produktif mulai terasa perubahannya. Tekad saya adalah memperbaiki diri, terutama dalam komukasi dengan suami yang memang berbeda sifat, didikan dan cara pandangnya, saya khas makhluk Venus dan dia sama persis seperti umumnya makhluk Mars (mengutip istilah John Gray sih ini, hihihi)

Hari ini, komprod saya dengan suami alhamdulillah bagus (berhasil) juga, intinya adalah menahan diri dan menyadari dengan siapa saya berkomunikasi. Jika dengan suami, maka harus menggunakan kalimat  pendek-pendek alias to the point. Jika dengan anak, maka harus memposisikan diri saya sebagai anak-anak, maka saya harus menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang mudah dimengerti oleh anak-anak dan pendek-pendek juga.


Jombang, 3 Juni 2017


#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 02 Juni 2017

TANTANGAN KELAS BUNDSAY #DAY2

Tantangan hari kedua dan ketiga baru sempat tertuliskan hari ini karena hari kedua kemarin, berlangsung kurang lebih seperti hari pertama, masih baper saya, jadilah masih terjadi selisih paham di pagi hari, tapi alhamdulillahnya sore sampai malam komprod antara saya dan suami dapat berjalan baik. Clear and clarify dapat saya terapkan, ternyata ngomong sama makhluk Mars itu nggak boleh panjang-panjang, harus secukupnya aja dan to the point, tanpa perlu prolog atupun epilog, hehe.
Sore kemarin, kami rencanakan akan pergi ke rumah ortu saya untuk berbuka di sana karena suami ada rapat plus buka bersama di sekolahnya, tetapi hujan turun deras sehingga kami mager sambil menunggu hujan reda. Begini percakapan kami :
" Rapatnya penting lho bund ini, gimana ini ya enaknya"
" Ya berangkat aja gpp pake jas hujan"
" Trs bunda bukanya gimana sama anak-anak bisa?"
" Bisa insyaallah"
" Trs beli lauknya bunda gimana?"
" ya nanti anak-anak aku titip tantenya dulu sebentar buat beli lauk buka"
" Makasih ya bunda" 
 Ternyata beberapa menit kemudian hujan reda dan jadilah kami berangkat ke rumah ortu berempat, saya dan anak-anak berbuka di rumah ortu dan suami lanjut ke sekolahnya.

Happy ending ternyata ya klo komunikasi produktif dapat berjalan clear and clarify.

Mungkin jika saya tidak berusaha menerapkan komprod saya, dialog di atas akan menjadi begini :
A   : "Rapatnya penting lho bund, gimana ini enaknya"
B   : "Lha gimana dong, hujan gini kan, ke rumah ibu nggak mungkin kasian anak-anak klo kehujanan, trs aku berbuka handle anak2 sendiri yang iya nggak bisa berbuka dong"
A   : "Ya udah ayah wa di grup sekolah izin nggak datang aja"
B   : Iya, gitu aja, bilang di sini hujan deras, jadi basah kuyup sampai sana meski pakai jas hujan, lagian nggak bisa ninggal istri sama anak-anak sendiri di rumah, karena nggak bisa berbuka ntar, nggak ada yang handle anak-anak gantian kan?"

we o we banget ya ternyata perubahan hasil dari komprod. 
Bismillah semoga selanjutnya bisa konsisten saya terapkan komprod ini, aamiin.

#LEVEL1
#DAY2
#TANTANGAN10HARI
#KOMUNIKASIPRODUKTIF
#KULIAHBUNSAYIIP

Kamis, 01 Juni 2017

TANTANGAN KELAS BUNDSAY #DAY 1

Materi pertama di kelas Bunda Sayang adalah tentang Komunikasi Produktif baik kepada anak maupun kepada anggota keluarga lain (untuk saya pada suami). Well, materi ini sudah pernah saya dapatkan sekilas dalam salah satu sharing session bersama teman Psikolog di kota saya atas inisiasi dari teman-teman IIP juga. Saat mendapatkan materi itu, saya manggut-manggut dan dalam hati, ntar coba ah di rumah komprod sama suami dan anak-anak. Eng ing eng, ternyata eh ternyata bertahan 1 apa 2 hari gitu ya waktu itu, penyebabnya banyak faktor yang saya sadari berasal dari diri saya sendiri dan sebagian lagi dari suami. 
Nah karena pada kelas Bundsay kali ini komprod adalah materi pertama dan ada tantangan di dalamnya, maka dalam benak saya, kayanya lebih mudah dan terarah deh karena ada tabel khusus sebagai panduan untuk melaksanakan komprod. Lagi, 'kenyataan tak seindah angan-angan', hari ini hari pertama saya merasa GAGAL  dalam menerapkan komunikasi produktif dengan suami.
Begini kejadiannya, saya memiliki asma dan alergi sehingga sering mengalami sesak nafas dan tadi pagi dini hari, sebelum sahur sesak nafas saya kambuh padahal nebulizer portable belum terbeli karena satu dan lain hal dalam skala prioritas kebutuhan kami. Alhamdulillah tadi di sekolah saya mendapatkan arisan, sehingga memungkinkan sekali untuk segera membeli nebulizer. Pulang sekolah saya sampaikan ke suami kalau mau beli sendiri nebulizer, karena saya takut sesak nafas lagi seperti semalam, meski tidak sampai ke UGD seperti beberapa minggu sebelumnya, tapi sesak nafas itu sangat sangat menyiksa. Suami menjawab, kita survey aja dulu ya, kalau ada yang cocok baru dibeli. Di sini emosi negatif saya kembali bekerja, 
" Lho kok pakai survey segala sih, ya langsung beli aja" jawab saya ngambek
" Lha kalo langsung beli buru-buru gegabah nanti ada nggak cocoknya nyesel, kan bukan barang murah" kata suami saya sambil tetap memegang ponselnya (hal saya sebel klo lagi diajak ngomong pegang HP, sudah sering saya ingatkan soal ini padahal)
" Kan aku beli pakai uangku sendiri, nggak minta dibeliin" langsung ngeloyor kamar mandi buat ngadem, daripada makin baper dan emosi tak terkendali
Selesai mandi, saya sholat dan beraktivitas dalam diam, kan ngambek ceritanya. Lalu suami bilang, "aku lho mau belikan tapi nggak bilang-bilang karena memang masih survey di OS, kok tadi bilang mau beli sendiri kaya aku nggak mau belikan?"
" kan mas nggak bilang kalau mau beliin, makanya aku mau beli sendiri"
" aku nggak bilang karena kan bunda kalo dijanjiin sesuatu nggak bisa sabar nunggu, pasti ngrengek buat buruan beliin, sama kaya alesha kalo dijanjiin"
" Ya nggaklah, lihat sikon dong, masak aku disamain sama alesha, yg iya alesha yang kaya aku, kan aku ibunya dan dia anakku" jawabku masih jutek
" Ya udah, habis ashar nanti kita ke apotek cari nebulizer, terserah ke mana aku anter"
" Nggak, aku mau pergi sendiri, cari sendiri" jawabku
" Hujan, nggak boleh pergi sendiri, aku anterin, titik"  lalu suami ke kamar mandi untuk mandi.

Duh, kalo diinget lagi nyeseeel banget, asli, suer nggak bohong. Kenapa sih saya kok kaya gitu, manajemen emosi masih sangat-sangat kurang. Pada anak masih bisa menahan dan mengontrol emosi negatif tapi pada suami kok susah banget gitu ya? (tanya pada diri sendiri). Padahal suami itu tipekal yang super sabar dan penyayang menghadapi saya yang cenderung manja dan egois (di rumah, padahal kalau di luar rumah saya cukup mandiri).
Clear and Clarify yang dilakukan suami saya seharusnya sudah cukup jelas, hanya di timing yang terlambat, sehingga menimbulkan kesalahpaham saya dan memicu emosi negatif saya. 
Kesimpulannya, hari ini masih ZONK alias belum tercapai poin clear & clarify yang ingin saya terapkan secara konsisten pada suami dalam sepuluh hari ini. Bismillah, niat sungguh-sungguh semoga besok dapat tercapai hasil terbaik dari komprod, utamanya poin clear and clarify

Jombang, 1 Juni 2017

#level1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 17 Mei 2017

AIRA ...GOTCHA


Rabu, 17 Mei 2017
Baru sempat tertulis setelah sekian lama 'kurang menyempatkan diri' untuk membuka blog dan menulisnya.

Saya sadar sepenuhnya kalau setiap anak unik dan berbeda, tidak boleh membandingkan anak satu dengan yang lainnya. Tetapi ternyata itu adalah teori yang sungguh sulit penerapannya, karena meski sekuat hati menahan agar tak terucap, batin ini tetap berkata, haha.
Aira, selisih 23 bulan dengan kakaknya memang berbeda dengan kakaknya dalam banyak hal dan yang disadari oleh banyak orang adalah kemampuan lingustik mereka. Alesha sekitar usia 18 bulan sudah dapat bercerita (membuat kelimat-kalimat pendek yang rapi), sedangkan aira masih 2 kata saja sampai usianya 2 tahun bulan lalu, misal : buda maem (baca : bunda makan), buda pipis (baca : bunda pipis), dsb. Bulan ini 25 bulan usianya, dia sudah mulai bisa merangkai kata lebih dari 2 kata, yihaaaaa, rasanya senang luar biasa bundamu ini nak, karena bunda yakin setiap anak akan punya 'timing' sendiri-sendiri. Kalimat pertama aira adalah : adek ikuk bakung Allah (baca : adek ikut mbah kung Allah/sholat), lalu di susul : buda kakak ana ayek-ayek ( baca : bunda, kakak di sana sama arek-arek). Dengan semakin bertambahnya kemampuan bicara dan kosa katanya, alhamdulillah memudahkannya untuk diajak berkomunikasi. Sudah mulai kritis juga dalam menyikapi lingkungan.Setiap pagi kalau saya bersiap di depan cermin dia akan bertanya : buda mau olah? (baca : bunda mau sekolah), adek gak ikuk (baca : adek nggak ikut). Akan berbeda kalau saya bersiap di depan cermin sore atau malam hari, dia kana bertanya : buda mana? (baca : bunda mau ke mana?), kadang dia jawab sendiri : buda bowo (baca : bunda bowo?/kondangan maksudnya), hihihi, pokoknya lucu deh. Ada sih yang kadang saya maupun ayahnya belum bisa menangkap kata yang dia ucapkan tp rangkaian kata yang sudah dia susun menjadi kalimat itu progress yang luar biasa bagi kami dan dia akan berusaha menjelaskan maksudnya dengan tindakan jika kami tidak memahami maksudnya. Misal : buda @#$%^&*@#~^, kami akan balik bertanya, apa sih dek? dia akan menarik tangan kami, ayo buda nini (ayo bunda sini) menunjukkan benda/barang yang dimaksud, dll.
Yes, finally....aira gotcha, kamu mendapatkan 'timing' mu, Nak. Bunda dan Ayah love u so much

Jumat, 12 Mei 2017

Pra MM, sebuah Titik Balik

Bismillah, tanggal 24 Mei 2017 nanti tiba giliran saya sharing tentang Mind Maping saya. Untuk mengawali pengerjaan MM tersebut, alangkah baiknya jika saya membuat rencana terlebih dahulu, lalu  melaksanakannya baru kemudian menuliskannya menjadi MM saya.
Sebelum sampai pada rencana, saya ingin sedikit bercerita, peristiwa yang menjadikan saya seolah mengalami 'titik balik' dalam hidup saya. Sungguh rencana ini sudah tersusun dan terlaksana beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi. Minggu dini hari sekitar jam 1.30 saya mengalami sesak nafas, seperti biasa saya membangunkan suami untuk minta dipijat di bagian punggung dekat tulang belikat, yang biasanya dapat meredakan sesak nafas saya, 30 menit berlalu sesak nafas saya tak kunjung reda bahkan semakin parah, saya minumi obat sesak nafas dan anti alergi tidak memberikan efek berarti. Sambil menangis saya minta suami antar ke UGD, suami segera keluar rumah menuju rumah mertua yang alhamdulillah bersebelahan untuk meminta beliau menjaga anak-anak karena kami akan ke UGD. Jam 2 kami menuju UGD dalam waktu 15 menit, di jalan beberapa kali saya merasa sudah tidak kuat lagi rasanya, air mata terus mengalir mengingat anak-anak di rumah, istighfar terus terucap demi menebus dosa yang entah Allah maafkan atau tidak. Sampai di UGD saya terduduk di teras menunggu suami parkir motor. Petugas UGD membantu saya naik brankar dan memasang selang oksigen pada saya, dokter menanyai kapan saya terakhir dinebu, saya jawab kamis pagi, ventolin 1. Dokter stb memberi intruksi pada perawat, ventolin 2 segera. Perawat meminta saya rebahan tapi saya belum bisa karena sesak belum reda, beberap waktu kemudian barulah terasa reda/berkurang sesak nafas saya sehingga saya merebahkan diri karena lelah juga baru terasa. Sampai sekitar jam 4 barulah obatnya habis dan dokter mengizinkan pulang. Menembus dinginnya malam sepulang dari RS dengan nafas yang plong lega tetap membuat saya menangis, bagaimana tidak, ajal serasa dekat sekali tadi, beberapa jam lalu, yang membuat saya tak henti berucap syukur, Allah masih memberi saya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.
Sejak peristiwa itu, saya benar-benar melaksanakan rencana-rencana saya, yaitu :
1. Sholat tepat waktu dan berjamaah dengan suami minimal di 2 waktu sholat (maghrib dan isya')
2. Membaca al-qur'an setiap selesai sholat, nantinya ingin ODOJ karena selama ini masih OWOJ
3. Membacakan surat-surat pendek pada anak-anak menjelang mereka tidur
4. Membuat agenda aktivitas kakak dan aktivitas adek, minimal 1-2 jam ada pembelajaran berarti
5. Membacakan buku untuk anak-anak minimal 10-15 menit
6. Membaca buku/artikel online minimal 30 menit dalam sehari
7. Membuat fliyer-fliyer iklan untuk menunjang profesi saya sebagai book advisor
8. Membuat 'Papan Pengingat' yang akan saya tempeli visi misi keluarga, harapan-harapan, tujuan yang ingin dicapai, perubahan-perubahan apa saja yang saya rencanakan (misal : tidak ngomel dalam sehari/tidak mengomel ketika ada anak-anak), mencoba memasak menu baru untuk anak-anak, tulisan pengingat agar saya sabar dalam menghadapi berbagai ulah anak-anak, dll)

Rabu, 03 Mei 2017

BIARKAN 'DIA' BERTEMU DENGAN IBUNYA . . . .

Serbuan semut rupanya belum berakhir juga 'menyerang' rumah saya. Masalah tidak hanya tentang bagaimana mengusirnya dari rumah, tetapi kapan saya bisa mengusir mereka. Timing yang tidak tepat akan memperpanjang urusan dan perdebatan dengan kakak alesha :D
Pertama saya mengusir semut dengan membakar beberapa kertas di pojok-pojok pusat mereka berkumpul, kena teguran kakak alesha karena kasian semutnya mati kepanasan, Ok bunda tidak melakukannya lagi. Kedua, saya mengoleskan solar ke rumah-rumah mereka dan lagi kakak alesha berkata, kasian bunda semutnya tidak bisa keluar dari rumahnya untuk mencari makan, padahal kan mereka butuh makan, well bunda salah lagi kali ini. Ketiga, sudah secara sembunyi-sembunyi saat kakak tidak di rumah saya menyapu semut-semut tsb ke arah saluran pembuangan air, taraaa kakak datang berteriak, jangaaaan bunda kasian semutnya kalo tenggelam, nanti ibu semut nyariin anak-anaknya, bunda sedih kan kalau anak-anaknya hilang? ibunya semut juga pasti sedih bunda klo kehilangan anak-anaknya, baiklah kakak, terus bunda harus gimana caranya supaya semut-semut ini nggak rusuh di sini, bunda kan khawatir juga klo semut gigit kakak alesha dan adik aira?
Ahaaa, aku punya ide bunda, caranya bunda sapu semut-semut itu ditaruh pengki (cikrak) lalu bunda taruh pelan-pelan di tanah atau paving di halaman, kan semutnya senang juga di tanah, ketemu dengan teman-temannya yang lain. Ok goodgirl, you're so smart and has a beautiful heart.
Belajar itu bisa kapan saja, di mana saja dan pada siapa saja, kali ini tentang semut bunda belajar banyak dari kakak alesha, I love u much, sweetheart.

Sabtu, 22 April 2017

Bunda Tahu Kisah Semut dan Nabi Sulaiman kan???

Kejadiannya kembali terjadi di hari Jum'at, tepatnya 21 April 2017 sepulang acara pawai dan lomba-lomba dalam rangka peringatan Hari Kartini di sekolah Alesha. Sampai rumah sekitar jam 10 an rumah dalam kondisi seperti kapal pecah karena memang tadi berangkat pagi banget jadi tidak sempat nyapu-nyapu, ditambah adek aira menuang semua mainan jd kesebar di mana-mana plus semut-semut kecil lengkap dengan rumah pasirnya di sela-sela keramik. Bunda langsung mandi karena gerah sementara kakak alesha lepas baju kutubaru lalu bermain bersama adek dan ayah. Selesai mandi bunda langsung menyapu semut2 dan pasirnya ke sudut pojokan dekat tempat sampah, mau dtinggal ganti baju, eh ada semut yang gigit kaki bunda, sakiiit rasanya. Antara jengkel dan gemes dengan semut-seut kecil merah yang gigitnya memang aduhai rasanya, plus juga bikin keramik makin keropos aja karena mereka suka nguras pasir di dalamnya kan :( Bunda lalu mengambil kertas dan membakarnya di pojok tadi tempat semut-semuk dikumpulkan dengan sapu. Reaksi kakak alesha : kok dibakar bunda? kan kasian semuatnya, dia kan cuma mencari makan...bunda tahu kisah semut dan nabi sulaiman kan? itu kan semutnya memang di pasir untuk sembunyi atau mencari makanan, kan kasian bunda, dengan tatapan nanar ke arah bunda. Jleb, hati saya merasa ditohok oleh kata-kata gadis 4 tahun saya yang baru genap usianya 4 tahun 6 Mei nanti. Maaf ya nak, iya bunda lupa, terus semut-semut itu harus digimanain sama bunda? kan bikin kotor karena jadi banyak pasir, terus bunda juga kuatir kena kakak alesha atau adek aira, kan sakit gigitnya dia kak? Ya harusnya disapu saja bunda, buang di luar di tanah biar mereka tetap hidup dan bisa mencari makanan, masih dengan suara lantang setengah marah-marah. Ok kakak, bunda akan buang di luar ya semut-semutnya semoga gak ada yang jatuh ya pas bunda bawa dari dalam ke halaman. Iya bunda, kudoakan :D jawab kakak dengan mata berbinar.
Astaghfirulloh ... sungguh malu rasanya hambaMu ini ya Allah, diingatkan oleh seorang anak tentang semut, Alhamdulillah atas titipan indahMu ini ya Rabbi, beri kami kemampuan untuk menjadikannya sholehah selalu, aamiin yra.

Kartinian itu apa ?

Waktu terjadinya dialog ini, Minggu, 16 April 2017
Bunda, apa sih Kartinian itu ?
Itu pertanyaan Alesha saat saya bilang tadi siang belikan kain batik katun untuk dijait model kutubaru buat peringatan Hari Kartini di sekolahnya, Jum'at 21 April 2017 nanti. Saya jelasin  kalau kartinian itu istilah untuk menyebutkan peringatan Hari Kartini. Kartini itu nama perempuan Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita. Apa itu emansipasi bunda? tanyanya serius sambil meletakkan tangannya di pipi, maklum dialog ini terjadi di atas kasur menjelang tidur siang. Emansipasi itu kak, kesetaraan/persamaan hak antara wanita dan laki-laki dalam beberapa hal terutama dalam hal mendapatkan pendidikan, jelas saya pelan-pelan (sambil mikir, nih anak ngerti nggak ya bahasa saya?)
Jadi ceritanya, zaman dahulu yang boleh sekolah itu hanya anak laki-laki saja, anak perempuan tidak boleh, makanya ibu Kartini berusaha memperjuangkan hak anak-anak perempuan untuk boleh sekolah juga. Alesha mengangguk-angguk takzim seolah dia paham penjelasan saya (bismillah semoga paham ya nak, Bunda yakin Allah menganugerahkan otak yang cerdas padamu). Baiklah bunda, jadi ibu Kartini itu tokoh....apa tadi? aku lupa e, espasi apa lupa e, sambil ketawa cengengesan. Emansipasi sayang, jawab saya sambil mencubit pipinya gemes. Oh iya emansipasi, ok bunda :)
Sekarang berdoa mau tidur ya sayang, siap bunda di dalam hati saja ya, boleh nak, tapi kalau pas bareng adek jangan dalam hati karena supaya adek mendengar dan belajar dari kakak, ya? baik bunda, jawabnya. Beberapa detik berlalu dia berpaling memeluk guling, tetiba berbalik dan bertanya : terus kenapa harus dandan pas kartinian? :D Hmm ya supaya seru aja kak :D (kehabisan ide, jangan ditiru ya, hihi)

Membersamai alesha adalah salah satu anugerah Allah SWT yang selalu saya syukuri setiap saat, alhamdulillah ya Rabbi, telah Kau titipkan pada hambaMu ini Shadrina Alesha Bakhtiar  yang cerdas dan luar biasa, semoga menjadi anak sholehah, aamiin

Sabtu, 15 April 2017

Arti sebuah nama . . . .

Shadrina Alesha Bakhtiar adalah nama yang kami berikan pada putri pertama kami, yang hadirnya kami tunggu selama hampir 4 tahun pernikahan kami. Kata shadrina berasal dari bahasa arab yang artinya hati, alesha artinya selalu dalam lindunganNya dan bakhtiar adalah nama ayahnya yang menunjukkan nama walinya kelak yang artinya bahagia. Doa yang kami berikan padanya melalui nama itu adalah, agar dia memiliki hati yang baik, selalu dilindungiNya dari hal-hal yang buruk dan selalu berbahagia di sepanjang hidupnya, aamiin. Sejak kelahirannya dia adalah bayi yang manis, jarang rewel dan sudah tampak kecerdasannya, tepatlah kiranya saya menyebutnya sweety baby girl, SAB, hehehe. Pas masih di dalam perut kakak hobby salto hampir setiap saat, alias gak bisa diem, gerak terus di dalam kandungan, setelah lahir kalem dan lembut dengan kemampuan berbahasa sudah tampak bagus di usia 18 bulan dengan kosa kata yang lumayan banyak. Kakak cenderung memiliki gaya belajar visual dan auditori.

Altaira Maritza Bakhtiar adalah putri kedua kami yang alhamdulillah Allah percayakan pada kami berjarak 23 bulan dengan kakaknya. Altaira berasal dari bahasa latin yang artinya bintang, maritza berasal dari bahasa arab yang artinya Anugerah Ilahi, dan bakhtiar nama ayahnya yang artinya bahagia. Doa kami di dalam namanya adalah dia menjadi bintang anugerah ilahi pada kami yang selalu berbahagia di sepanjang hidupnya, aamiin. Di dalam kandungan, berbeda dengan kakaknya yang lasak hobby salto, adek ini lebih kalem cenderung diam, jarang gerak, tapi ternyata o la la pas lahir dia lumayan rewel, suka ngajak begadang dan makin gede makin lasak gak bisa diem, hihihi. Adek nih gaya belajarnya kinestetik dan auditori karena sulit menyuruh dia duduk diam dalam waktu  beberap a menit, pasti dia bergerak ke sana kemari dengan ceria. Kalau dulu kakaknya baru tumbuh 2 gigi atas dan bawah di usia 14-16 bulan, adek sudah tumbuh gigi sejak usia 8-9 bulanan dan sudah hampir penuh di usianya sekarang, 2 tahun pada 4 April 2017 lalu. Di sisi lain, pada usia yang sama kakak sudah bercerita tentang suatu peristiwa, di adek masih beberapa kata yang belum terangkai bagus, tapi sudah tertangkap jelas maknya, misal : minum ingin (minum dingin), anas (panas), uda elok, ayah uwi (ayah ewil), kakak ana (kakak mana), maem (makan), apek (capek), gigik (gigit), cubik (cubit), alan2 (jalan2), uwo (buwuh), awah (sawah), uah (buah), ela (jendela), pitu (pintu), cicak, sapi, ayam, ici (kelinci), uda (kuda), hangat, udah (sudah), agi (lagi), dll. Eh banyak sih sudah kosa katanya adek, cuma belum bisa merangkai dalam satu kalimat aja

Setiap manusia itu unik, setiap anak itu sempurna dan hebat dengan caranya masing-masing, kita sebagai orang tua hanyalah penerima amanah Allah yang harus senantiasa kita jaga, pelihara dan didik sebaik mungkin. Untuk itulah kita harus selalu instropeksi diri untuk dapat memperbaiki diri agar menjadi pantas dan lebih baik dalam membersamai proses tumbuh kembang anak-anak kita, aamiin

BUNDA DI RUMAH SAJA . . . .

Jum'at 14 April 2017 adalah tanggal merah, entah untuk hari besar apa, yang jelas adek-adek ipar libur kerjanya sehingga ngajak girls day out ke salon buat sekedar facial n hairspa. Mendengar rencana tersebut, alesha menangis, "bunda nggak boleh ke salon, bunda di rumah aja kan liburan ini" rengeknya. Bunda berusaha membujuk, " kakak ikut mama sama tante ke salon yuk, lihat bunda di facial sama hairspa, mau?" makin kenceng nangisnya, " nggak mauuuuu, aku maunya bunda di rumah aja, main-main sama aku dan adek", sambil memeluk erat bunda.
" Ok, girl, bunda di rumah aja kok, nggak ke mana2, biar mama sam tante aja yang ke salon ya"
" Iya bunda, makasih ya bunda elok"
" sama-sama sayangnya bunda"
Jam 10 pagi tante dan mama sudah siap rupanya untuk ke salon, tante ke rumah untuk mengecek kembali apakah alesha memberi izin atau tetap pada 'keputusannya' kemarin :D
"Kak, ikut ke salon yuk, sama bunda"
"Nggak mau...." udah mau mewek aja ini suaranya
"Nanti kita makan bakso yuk..."
"Nggak mau, pokoknya bunda elok nggak boleh ke mana-mana, di rumah aja sama aku, adek dan ayah"
"Hmm, gitu ya, ya udah bunda nggak ikut gpp, kakak alesha aja yuk ikut nemenin tante dan mama?"
"Nggak mau, aku mau di rumah aja sama bunda"
Ok girls, gadis bunda satu ini memang anak yang teguh pendirian, sekali tidak tetap tidak, hihihi. Si ayah yang denger senyum2 aja dan setelah tante keluar rumah barulah dia komentar : anak ayah pinter deh, bunda di rumah aja ya, biar gak boros habisin duit :( duh-duh jangan2 ayah-anak sekongkol ini. Tapi selidik punya selidik, ternyata ayah tidak ikut andil dalam larangan alesha pada bunda untuk nyalon, itu murni permintaan dia.
Genap 4 tahunmu masih bulan depan sayang, tapi tingkah polah dan perkataanmu kadang sudah melampaui usiamu. Teruslah tumbuh menjadi anak sholehah, cerdas, ceria, baik hati dan bahagia selalu. Sayang ayah bunda tak terhingga untukmu cantik ^_^

'Bunda sayang kakak Alesha'

S A K I T  H A T I ALESHA itu....

Kejadiannya pada hari Jum'at tanggal 7 April 2017. Setelah pulang sekolah, seperti biasa kakak Alesha lepas seragam, cuci kaki tangan lalu siap2 bermain. Kakak alesha minta mainan pasir kinetik, ok bunda ambilkan dan adiknya pun ikut asyik bermain meski banyak rusuhnya karena dia bukan mencetak pasir dengan cetakan aneka bentuk tapi malah menghambur2kan pasir di lantai&karpet. Bunda mengamati lalu memotret tingkah adek aira. Kemudian kakak alesha berkata, "bunda aku mau lihat hasil fotonya dong..."
Bunda tunjukkan foto hasil jepretan dari ponsel, lalu kakak dengan lesu berkata, "kok cuma foto adek aira, fotoku kok nggak ada bunda?"
"Lha kakak alesha nggak pakai baju kan tadi, cuma pakai kaos dalam dan celana dalam, masak bunda foto? adek aira pakai baju jadi bunda foto, karena akan bunda share di facebook"
Tak lama kemudian, pecahlah tangis kakak alesha.....hiks hiks hiks bunda kok gitu sih sama aku hiks hiks hiks...
" Lho kakak kenapa nangis?"
"Kok bunda bilang gitu sih ke aku?"
"Bilang apa kak? bunda kan cuma bilang karena kakak nggak pakai baju makanya nggak bunda foto, benar kan? apa salah yang bunda katakan?"
"Nggak salah, tapi kenapa bunda bilang begitu?" sambil nangis semakin kencang dan bunda mulai emosi . . . .
"Trs klo nggak salah, sekarang kenapa kakak nangis gitu?"
"Aku pengen dipeluk bunda aja" sambil mendekat minta peluk tapi tangisan tak kunjung reda malah menjadi dengan linangan air mata di pipinya yang membasahi bahu.
"Kok makin kenceng nangisnya udah dong kak, kan bunda nggak marah-marah kenapa nangis sih? mandi yuk biar seger..." dia mengangguk setuju
Setelah mandi, dia sesekali masih terisak dengan mata merah tapi sudah tidak ada air mata lagi dan berkata,
"Bunda aku lapar, boleh minta disuapin?"
Ok, ternyata kakak alesha lapar setelah adegan nangis yang dramatis tadi. Makan yang biasanya lama dan sedikit dibanding adeknya menjadi cepat waktu habisnya dan 2 piring karena nambah. Setelah kenyang dan minum, bunda belai lembut kepalanya dan berkata : "maafkan bunda ya nak" dia mengangguk lalu minta tidur. Sebelum tidur kembali bunda minta maaf kalau bunda tadi tanpa sengaja membuat kakak menangis, kakak tersenyum kemudian mencium bunda dan tidur.
1,5 jam berlalu, kakak terbangun dari tidurnya dan memeluk bunda sambil berkata, " bunda, tadi kan bunda sudah minta maaf sama aku, aku sudah maafkan. Dan sekarang ganti aku ya yang minta maaf, maafkan aku ya bunda...jd sekarang kita sudah saling memaafkan ya bunda?" so sweet banget kalo pas kaya gini, bedaaa banget sama gadis kecil yang nangis nggak jelas 2 jam sebelumnya. Pelan-pelan bunda bertanya, " Kak, kalo boleh tahu tadi kenapa sih kakak nangis? bunda bingung lho kakak nangis tadi itu" Matanya kembali berkaca-kaca, waduh waduh. " Kak, klo mau nangis lagi nggak usah jawab pertanyaan bunda gpp deh, lupain aja ya nak, maaf" . Dengan mengusap matanya dia berusaha mengarkan diri dan berkata "Tadi hatiku itu sakit gitu bunda, pas lihat yang bunda foto cuma adek" tak tahan ruapanya dia menangis lagi tp tanpa suara, segera bunda peluk kakak dengan rasa bersalah, ya Allah....sensitif sekali anak gadis bunda ini, masih bulan depan dia 4 tahun tapi kok kaya udah remaja ya...olala baby.
Bunda lalu menjelaskan kalau bunda memotret adek itu hanya dengan alasan karena adek pakai baju sedangkan kakak tidak, bukan karena bunda lebih sayang adek dibanding kakak. Kalau sama-sama pakai baju pasti akan bunda poto dua-duanya. Kakak tersenyum lega dan berjanji akan berusaha betah pakai baju meski di dalam rumah, alhamdulillah

'Bunda sayang kakak alesha dan adek aira'


Kamis, 16 Maret 2017

Akhirnya datang juga

Hari ini yang lama dinanti akhirnya datang juga, buku portofolio anak. Lihat pertama kali aja udah sukaaa, jadi nggak sabar buat buka dan mengisinya. :)

Senin, 06 Maret 2017

QT bersama kakak hari ini

Namanya Shadrina Alesha Bakhtiar yang artinya Hati yang Selalu dalam LindunganNya dan Berbahagia. Bulan Mei nanti dia memasuki usia 4 tahun. Karena sejak kecil memang sudah terbiasa dengan buku dan dongeng, maka quality time bersamanya tak jauh-jauh pula dari buku, entah untuk dibacakan, atau dia ceritakan versi dia dengan melihat gambarnya atau sekedar ditata menjadi rumah-rumahna, jembatan dan benda-benda dalam imajinasinya. Malam ini sejak selepas maghrib tadi, hanya satu buku yang dia mau dibacakan berulang-ulang/dia ceritakan versinya, judulnya adalah Bintang Kedelapan. Buku itu bercerita tentang persahabatan gadis kecil bernama Eva dengan Bintang Kedelapan, yang esensinya adalah tentang persahabatan dan kasih sayang. Kalau tidak salah hitung lebih dari 10x saya menceritakannya atau dia membacanya ulang (menceritakan kembali dengan bahasanya) dan meminta saya menyimaknya :)
Biasanya dia tidur di kisaran ja 7.30 atau jam 8, tp malam ini sampai hampir jam 9 dia baru tertidur dan alhasil saya juga sudah ngantuk, hehe. Demi membiasakan menuliskan apa yang saya pikirkan dan demi terisinya blog ini dengan tulisan-tulisan saya, maka tahan mata dulu untuk menulis sejenak. 
Selamat tidur dan mimpi indah kakak alesha....
Next, akan saya ceritakan tentang adeknya ya....

Belajar

Bagi saya belajar adalah sebuah proses yang harus dilalui semua manusia sejak lahir hingga nanti saatnya berpulang padaNya. Belajar itu bisa kapan saja, di mana saja dan tentang apa saja. Untuk saat ini beberapa hal yang saya lakukan untuk belajar adalah membaca, berdiskusi dan berkomunitas dengan orang-orang yang bisa mendukung dan memahami keinginan belajar saya. 
Sesuatu yang sangat ingin saya pelajari adalah bagaimana saya bisa menjadi pribadi yang sabar, menjadi istri dan ibu yang lebih baik serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat untuk orang-orang di sekitar saya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, tidak ada kata malu untuk memulai sesuatu yang lebih baik.
Semangat belajar . . . .

Kamis, 02 Maret 2017

Horeee, ketemu

Yeay....akhirnya bisa masuk juga ke blog ini lagi, Alhamdulillah :)
Semoga selanjutnya ada waktu luang untuk menulis kembali, tentang apa saja, masih seputar elok dan apa yang ada dalam pikiran yang ingin dibagikan/disampaikan pada orang lain, setidaknya Nice Home Work akan segera diarsip di blog ini untuk melihat progress dalam kelas Matrikulasi Institute Ibu Profesional. Tidak kata terlambat untuk belajar karena belajar adalah sepanjang hayat, tidak ada kata tidak bisa sebelum berusaha. Semangat berubah lebih baik, semangat bisa menjadi lebih baik, aamiin.
Well, sudah jam 11.57 pm, cahaya mata sisa 5 watt (lampu biasa, bukan LED), yang artinya harus memberikan hak istirahat padanya. See you, my blog :)