Jumat, 12 Mei 2017

Pra MM, sebuah Titik Balik

Bismillah, tanggal 24 Mei 2017 nanti tiba giliran saya sharing tentang Mind Maping saya. Untuk mengawali pengerjaan MM tersebut, alangkah baiknya jika saya membuat rencana terlebih dahulu, lalu  melaksanakannya baru kemudian menuliskannya menjadi MM saya.
Sebelum sampai pada rencana, saya ingin sedikit bercerita, peristiwa yang menjadikan saya seolah mengalami 'titik balik' dalam hidup saya. Sungguh rencana ini sudah tersusun dan terlaksana beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi. Minggu dini hari sekitar jam 1.30 saya mengalami sesak nafas, seperti biasa saya membangunkan suami untuk minta dipijat di bagian punggung dekat tulang belikat, yang biasanya dapat meredakan sesak nafas saya, 30 menit berlalu sesak nafas saya tak kunjung reda bahkan semakin parah, saya minumi obat sesak nafas dan anti alergi tidak memberikan efek berarti. Sambil menangis saya minta suami antar ke UGD, suami segera keluar rumah menuju rumah mertua yang alhamdulillah bersebelahan untuk meminta beliau menjaga anak-anak karena kami akan ke UGD. Jam 2 kami menuju UGD dalam waktu 15 menit, di jalan beberapa kali saya merasa sudah tidak kuat lagi rasanya, air mata terus mengalir mengingat anak-anak di rumah, istighfar terus terucap demi menebus dosa yang entah Allah maafkan atau tidak. Sampai di UGD saya terduduk di teras menunggu suami parkir motor. Petugas UGD membantu saya naik brankar dan memasang selang oksigen pada saya, dokter menanyai kapan saya terakhir dinebu, saya jawab kamis pagi, ventolin 1. Dokter stb memberi intruksi pada perawat, ventolin 2 segera. Perawat meminta saya rebahan tapi saya belum bisa karena sesak belum reda, beberap waktu kemudian barulah terasa reda/berkurang sesak nafas saya sehingga saya merebahkan diri karena lelah juga baru terasa. Sampai sekitar jam 4 barulah obatnya habis dan dokter mengizinkan pulang. Menembus dinginnya malam sepulang dari RS dengan nafas yang plong lega tetap membuat saya menangis, bagaimana tidak, ajal serasa dekat sekali tadi, beberapa jam lalu, yang membuat saya tak henti berucap syukur, Allah masih memberi saya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.
Sejak peristiwa itu, saya benar-benar melaksanakan rencana-rencana saya, yaitu :
1. Sholat tepat waktu dan berjamaah dengan suami minimal di 2 waktu sholat (maghrib dan isya')
2. Membaca al-qur'an setiap selesai sholat, nantinya ingin ODOJ karena selama ini masih OWOJ
3. Membacakan surat-surat pendek pada anak-anak menjelang mereka tidur
4. Membuat agenda aktivitas kakak dan aktivitas adek, minimal 1-2 jam ada pembelajaran berarti
5. Membacakan buku untuk anak-anak minimal 10-15 menit
6. Membaca buku/artikel online minimal 30 menit dalam sehari
7. Membuat fliyer-fliyer iklan untuk menunjang profesi saya sebagai book advisor
8. Membuat 'Papan Pengingat' yang akan saya tempeli visi misi keluarga, harapan-harapan, tujuan yang ingin dicapai, perubahan-perubahan apa saja yang saya rencanakan (misal : tidak ngomel dalam sehari/tidak mengomel ketika ada anak-anak), mencoba memasak menu baru untuk anak-anak, tulisan pengingat agar saya sabar dalam menghadapi berbagai ulah anak-anak, dll)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar