Sampai hari ke-6 ini saya masih fokus pada poin 'Clear dan Clarify' dalam komprod dengan suami, karena memang seringnya komunikasi kami kurang produktif karena kurang jelasnya (clear) topik bahasan dan tidak segera terklarifikasinya (clarify) hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman.
Hari ini, dini hari menjelang sahur saya kembali sesak nafas tak tertahankan sehingga saya sepertinya butuh dinebul. Setelah beberapa saat sesak nafas di hadapan suami, dia lempeng aja, nggak segera bertindak menyiapkan nebulizer, dia hanya memandangi saya dengan bingung. Andai tidak dalam keadaan sesak tentu saya sudah marah, kok bisa udah tahu saya sesak kok nggak ditawari disiapkan nebul atay diambilkan ventolin spray atau obat sesak atau apalah lainnya. Jadi suami saya yang super sabar dan penyayang itu, sangat sangat minim inisiaif dalam banyak hal, termasuk menghadapi situasi darurat. Alhasil saya memberi isyarat untuk disiapkan nebulizer, barulah suami bergerak menyiapkan.
Setelah reda sesak nafas saya, suami saya tanya, tadi semisal bunda nggak minta disiapkan nebulizer ayah ada inisiatif nggak ngliat bunda megap2 sesak kaya tadi? jawabnya : kepikiran sih, tapi kuatir salah :( helooo, gemes kan? Ok kemudian saya jelaskan baiknya kalo saya sesak nafas tlg berikan saya pertolongan segera atau tanyakan kira2 apa yang saya mau, apakah diambilkan obat, ventolin spray atau nebulizer.
Kesimpulan hari ini, komprod tidak sukses tapi juga tidak gagal, masih setengah jalan :) Bismillah semgoga semakin baik di hari selanjutnya
#level1
#day6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar