Arti sebuah nama . . . .
Shadrina Alesha Bakhtiar adalah nama yang kami berikan pada putri pertama kami, yang hadirnya kami tunggu selama hampir 4 tahun pernikahan kami. Kata shadrina berasal dari bahasa arab yang artinya hati, alesha artinya selalu dalam lindunganNya dan bakhtiar adalah nama ayahnya yang menunjukkan nama walinya kelak yang artinya bahagia. Doa yang kami berikan padanya melalui nama itu adalah, agar dia memiliki hati yang baik, selalu dilindungiNya dari hal-hal yang buruk dan selalu berbahagia di sepanjang hidupnya, aamiin. Sejak kelahirannya dia adalah bayi yang manis, jarang rewel dan sudah tampak kecerdasannya, tepatlah kiranya saya menyebutnya sweety baby girl, SAB, hehehe. Pas masih di dalam perut kakak hobby salto hampir setiap saat, alias gak bisa diem, gerak terus di dalam kandungan, setelah lahir kalem dan lembut dengan kemampuan berbahasa sudah tampak bagus di usia 18 bulan dengan kosa kata yang lumayan banyak. Kakak cenderung memiliki gaya belajar visual dan auditori.
Altaira Maritza Bakhtiar adalah putri kedua kami yang alhamdulillah Allah percayakan pada kami berjarak 23 bulan dengan kakaknya. Altaira berasal dari bahasa latin yang artinya bintang, maritza berasal dari bahasa arab yang artinya Anugerah Ilahi, dan bakhtiar nama ayahnya yang artinya bahagia. Doa kami di dalam namanya adalah dia menjadi bintang anugerah ilahi pada kami yang selalu berbahagia di sepanjang hidupnya, aamiin. Di dalam kandungan, berbeda dengan kakaknya yang lasak hobby salto, adek ini lebih kalem cenderung diam, jarang gerak, tapi ternyata o la la pas lahir dia lumayan rewel, suka ngajak begadang dan makin gede makin lasak gak bisa diem, hihihi. Adek nih gaya belajarnya kinestetik dan auditori karena sulit menyuruh dia duduk diam dalam waktu beberap a menit, pasti dia bergerak ke sana kemari dengan ceria. Kalau dulu kakaknya baru tumbuh 2 gigi atas dan bawah di usia 14-16 bulan, adek sudah tumbuh gigi sejak usia 8-9 bulanan dan sudah hampir penuh di usianya sekarang, 2 tahun pada 4 April 2017 lalu. Di sisi lain, pada usia yang sama kakak sudah bercerita tentang suatu peristiwa, di adek masih beberapa kata yang belum terangkai bagus, tapi sudah tertangkap jelas maknya, misal : minum ingin (minum dingin), anas (panas), uda elok, ayah uwi (ayah ewil), kakak ana (kakak mana), maem (makan), apek (capek), gigik (gigit), cubik (cubit), alan2 (jalan2), uwo (buwuh), awah (sawah), uah (buah), ela (jendela), pitu (pintu), cicak, sapi, ayam, ici (kelinci), uda (kuda), hangat, udah (sudah), agi (lagi), dll. Eh banyak sih sudah kosa katanya adek, cuma belum bisa merangkai dalam satu kalimat aja
Setiap manusia itu unik, setiap anak itu sempurna dan hebat dengan caranya masing-masing, kita sebagai orang tua hanyalah penerima amanah Allah yang harus senantiasa kita jaga, pelihara dan didik sebaik mungkin. Untuk itulah kita harus selalu instropeksi diri untuk dapat memperbaiki diri agar menjadi pantas dan lebih baik dalam membersamai proses tumbuh kembang anak-anak kita, aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar