Serbuan semut rupanya belum berakhir juga 'menyerang' rumah saya. Masalah tidak hanya tentang bagaimana mengusirnya dari rumah, tetapi kapan saya bisa mengusir mereka. Timing yang tidak tepat akan memperpanjang urusan dan perdebatan dengan kakak alesha :D
Pertama saya mengusir semut dengan membakar beberapa kertas di pojok-pojok pusat mereka berkumpul, kena teguran kakak alesha karena kasian semutnya mati kepanasan, Ok bunda tidak melakukannya lagi. Kedua, saya mengoleskan solar ke rumah-rumah mereka dan lagi kakak alesha berkata, kasian bunda semutnya tidak bisa keluar dari rumahnya untuk mencari makan, padahal kan mereka butuh makan, well bunda salah lagi kali ini. Ketiga, sudah secara sembunyi-sembunyi saat kakak tidak di rumah saya menyapu semut-semut tsb ke arah saluran pembuangan air, taraaa kakak datang berteriak, jangaaaan bunda kasian semutnya kalo tenggelam, nanti ibu semut nyariin anak-anaknya, bunda sedih kan kalau anak-anaknya hilang? ibunya semut juga pasti sedih bunda klo kehilangan anak-anaknya, baiklah kakak, terus bunda harus gimana caranya supaya semut-semut ini nggak rusuh di sini, bunda kan khawatir juga klo semut gigit kakak alesha dan adik aira?
Ahaaa, aku punya ide bunda, caranya bunda sapu semut-semut itu ditaruh pengki (cikrak) lalu bunda taruh pelan-pelan di tanah atau paving di halaman, kan semutnya senang juga di tanah, ketemu dengan teman-temannya yang lain. Ok goodgirl, you're so smart and has a beautiful heart.
Belajar itu bisa kapan saja, di mana saja dan pada siapa saja, kali ini tentang semut bunda belajar banyak dari kakak alesha, I love u much, sweetheart.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar