Pada september 2012, Allah memberiku hadiah terindah setelah orang tua terbaik dan suami terbaik, yaitu kehamilan, artinya sekitar 9 bulan kemudian aku akan mendapatkan seorang anak dari rahimku sendiri, alhamdulillah. Kehamilan ini baru dipercayakan Allah setelah lewat 3 tahun usia pernikahan kami dan sangat dinanti tidak hanya oleh kami tapi juga orang tua karena kami sama-sama anak pertama dalam keluarga yang diharapkan segera mempunyai keturunan.
3-4 bulan pertama morning sickness menyerang dengan hebat, makanan/minuman cuma numpang mampir beberapa menit dan setelahnya keluar lagi, tp untungnya tetep doyan makan meski seuprit dan keluar lagi :D. Masuk bulan kelima, makanan tertentu(nasi padang atau tahu campur) mulai masuk dan itupun hanya di malam hari, pagi-siang makanan yang masuk hanya es krim, UHT atau siomay. Bulan ketujuh nafsu makan mulai menggila, apa aja doyan dan bisa dalam porsi jumbo atau dobel.
9 bulan kehamilan adalah moment indah tak terlupakan, di mana setiap fase aku diserang oleh kegalauan/kecemasan2 tertentu, untungnya banyak teman dan sahabat yang support dan nggak bosen aku inbox/sms untuk tanya ini itu seputar kehamilan. Bahkan, setiap periksa rutin bulanan aku selalu membawa daftar pertanyaan di secarik kertas untuk aku tanyakan pada dokter, sampai suamiku kadang sungkan/malu sama sesama pasein yang antriannya mengular sedangkan aku lama banget di dalam untuk tanya ini-itu demi menghapus kegalauan/kecemasan2ku sendiri.
Aku menghitung setiap hari, minggu dan bulan perkembangan kehamilanku, usg tiap bulan untuk tahu perkembangan si dia di dalam sini diperutku :). Saat dia mulai bergerak, wow amazing, geli geli lucu dan semakin lama saltonya semakin terasa yahut sampai bikin perut kaku, it's ok Dear no problem. Masuk usia 8 bulan kehamilanku, aku mulai resign dari kerja kantoran di sebuah LBB di Jombang. Pilihan yang sulit sebenarnya,terbiasa mendapat gaji yang lumayan setiap bulan dengan ritme kerja yang santai di lingkungan kantor yang nyaman dan sudah seperti keluarga kemudian harus di rumah saja dengan kegiatan hanya mengajar di sekolah. Membayangkannya sulit rasanya, tapi ternyata pilihan harus ditentukan, toh kalau tidak resign sekarang setelah melahirkan pasti aku akan resign karena tidak tega rasanya meninggalkan si dia yang telah lama di nanti all day long, jadi cepat atau lambat pasti akan terjadi.
Demi membuatku betah dan nyaman di rumah, suami berlangganan internet supaya di rumah free wifi sehingga aku bisa online di mana saja, sebelumnya kami hanya punya modem sehingga kalau mau online harus gantian, padahal di rumah ada komputer, laptop, tablet yang semua bisa dipakai kalau ada wifi. Semakin banyak waktu aku di rumah semakin aku banyak membaca seputar kehamilan dan semakin banyak pula pengetahuanku sekaligus kecemasan-kecemasanku :'(. Kata temenku sih, mending nggak usah baca deh biar nggak tahu yang aneh2 dan nggak parno tentang banyak hal, cuek aja. Nah karena dasarnya aku suka baca dan suka online terlebih aku juga ikut komunitas ibu hamil di FB (Mamma Mia, jadi tidak mungkin mungkinlah menutup mata dengan segala informasi baru yang ada. Sharing dengan sesama pejuang Mei (sebutan untuk moms yang HPL nya di bulan Mei dan sekitarnya) lumayan menenangkanku, meski kadang si galau datang lagi kala si dia agak diem (tidak sekatif biasanya). Semakin tua usia kehamilan semakin panjang daftar pertanyaan yang aku bawa tiap kali kontrol ke obgyn dan semakin dag dig dug aku melihat hasil usg,dia ada di dalamku tp tiap bulan aku baru bisa melihatnya meski setiap saat aku merasakan hadirnya,
to be continue....bocil udah merayap mau sabotase laptop :p
Minggu, 09 Februari 2014
Sabtu, 08 Februari 2014
Komunitasku, 'Aku Ingin Hamil' masuk kompas TV ^_^
Kemarin,saat online dan membuka facebook(tentunya:))beberapa teman memberitahukan bahwa AIH (Aku Ingin Hamil)akan tayang di kompas TV,dengan Rafeila Reggie sebagai founder dan ouwner grup/komunitas yang diwawancarai.
AIH adalah komunitas yang aku ikuti sejak 2010 (sekitar hampir setahun menikah) atas ajakan teman yang sama-sama ingin hamil dan belum juga hamil sampai saat itu.Masuk menjadi member AIH adalah sesuatu yang mungkin dianggap lucu/aneh oleh sebagian orang,karena banyak alasan, setidaknya aku pernah dengar komentar dari beberapa teman yang mengeryitkan dahi sambil bertanya : pengen hamil kok ada grup-nya sih atau kok ada ya yang pede pengen hamil sampai dipublikasikan di FB, ada ada aja elok nih. Oke, terserah apa kata mereka, bagiku AIH adalah tempat curcol paling TOP BGT, karena di AIH aku berkenalan dengan sesama perempuan yang senasib (pengen hamil tp belum hamil) sehingga sama2 berempati-bukan mencibir,sharing tentang program hamil)promil),tes/cek kesehatan pasutri untuk promil,pengobatan alternatif untuk promiil, pola makan dan diet yang sehat untuk jaga kondisi tubuh, bagimana menanggapi lingkungan yang kadang 'kejam' menghujat perempuan yang belum hamil dengan istilah mandul, dsb dan yang terpenting dari semua itu di AIH adalah rumah baru dengan keluarga baru.
Kami memang berkenalan di dunia maya,meski ada jg yang real friend di dunia nyata, tapi kedekatan kami tak kalah dengan sahabat semasa SMA atau kuliah dulu. Mungkin karena kesamaan nasib dan harapan kami ikatan kami terbentuk.AIH tidak hanya sekedar komunitas FB saja,banyak kegiatan sosial yang dilakukan di berbagai daerah,meski sementara seringnya masih di kota2 besar seperti Jakarta,Surabaya dan Yogyakarta.
Semoga AIH semakin jaya dan dapat menjadi rumah baru bagi siapa saja yang mempunyai keinginan hamil dan ingin sharing tentang masalah seputar kehamilan
AIH adalah komunitas yang aku ikuti sejak 2010 (sekitar hampir setahun menikah) atas ajakan teman yang sama-sama ingin hamil dan belum juga hamil sampai saat itu.Masuk menjadi member AIH adalah sesuatu yang mungkin dianggap lucu/aneh oleh sebagian orang,karena banyak alasan, setidaknya aku pernah dengar komentar dari beberapa teman yang mengeryitkan dahi sambil bertanya : pengen hamil kok ada grup-nya sih atau kok ada ya yang pede pengen hamil sampai dipublikasikan di FB, ada ada aja elok nih. Oke, terserah apa kata mereka, bagiku AIH adalah tempat curcol paling TOP BGT, karena di AIH aku berkenalan dengan sesama perempuan yang senasib (pengen hamil tp belum hamil) sehingga sama2 berempati-bukan mencibir,sharing tentang program hamil)promil),tes/cek kesehatan pasutri untuk promil,pengobatan alternatif untuk promiil, pola makan dan diet yang sehat untuk jaga kondisi tubuh, bagimana menanggapi lingkungan yang kadang 'kejam' menghujat perempuan yang belum hamil dengan istilah mandul, dsb dan yang terpenting dari semua itu di AIH adalah rumah baru dengan keluarga baru.
Kami memang berkenalan di dunia maya,meski ada jg yang real friend di dunia nyata, tapi kedekatan kami tak kalah dengan sahabat semasa SMA atau kuliah dulu. Mungkin karena kesamaan nasib dan harapan kami ikatan kami terbentuk.AIH tidak hanya sekedar komunitas FB saja,banyak kegiatan sosial yang dilakukan di berbagai daerah,meski sementara seringnya masih di kota2 besar seperti Jakarta,Surabaya dan Yogyakarta.
Semoga AIH semakin jaya dan dapat menjadi rumah baru bagi siapa saja yang mempunyai keinginan hamil dan ingin sharing tentang masalah seputar kehamilan
F i n a l l y . . . .
Akhirnya....bisa juga masuk blog ini lagi setelah lupa akun dan password untuk ke-sekian kali.Hmm, nulis apa ya enaknya?
tik tok tik tok
one two three
ji ro lu
I have no idea for now, setidaknya mengawali 'masuk kembali' ke dalam blog dengan sungguh2 mengingat password, supaya tidak lupa lagi, hihi.
tik tok tik tok
one two three
ji ro lu
I have no idea for now, setidaknya mengawali 'masuk kembali' ke dalam blog dengan sungguh2 mengingat password, supaya tidak lupa lagi, hihi.
Rabu, 09 Mei 2012
G A L A U
Sebenarnya, aku sangat eneg dengan kata2 galau. Kenapa? karena bagiku itu hanya soal mood saja. Good mood=tidak galau, Bad Mood=galau. Tapi, sayangnya tidak sesederhana itu karena kadang tanpa Bad Mood pun, perasaan bisa galau, hehe.
Anyway, pada akhirnya aku terseret dalam pusaran 'trend' galauers, wkwkw. Tapi, galau yang kurasakan unidentify feeling, I don't know what I must suppose to feel or think about future. I have a perfect life, happy life alhamdulillah, tapi terkadang muncul rasa sampai kapan aku ada di 'zona aman' ini. Perasaan apa ya ini namanya? skeptis bukan???
Ya Allah berkahi aku selalu, lindungi aku dalam kasih sayangMu dan jagalah keluargaku dalam rahmatMu, amiiin.
Anyway, pada akhirnya aku terseret dalam pusaran 'trend' galauers, wkwkw. Tapi, galau yang kurasakan unidentify feeling, I don't know what I must suppose to feel or think about future. I have a perfect life, happy life alhamdulillah, tapi terkadang muncul rasa sampai kapan aku ada di 'zona aman' ini. Perasaan apa ya ini namanya? skeptis bukan???
Ya Allah berkahi aku selalu, lindungi aku dalam kasih sayangMu dan jagalah keluargaku dalam rahmatMu, amiiin.
Rabu, 21 Maret 2012
P e n d i d i k a n
Menurut berita di koran JP tanggal 12 Maret 2012, tahun depan (2013) SNMPTN tidak ada ujian tulis serentak seperti sebelum2nya, nantinya yang ada hanya SNMPTN jalur undangan dan tes ujian lokal sesuai kebijakan masing-masing PTN. Hal ini tentu mengurangi peluang persaingan lulusan SMA yang sempat berhenti (tidak langsung melanjutkan kuliah setelah lulus SMA). Selain itu biaya SNMPTN jalur undangan dikhawatirkan banyak pihak akan membutuhkan biaya lebih dibanding dengan jalur reguler.
Misal kekhawatiran banyak pihak itu terbukti, maka hal ini tentu sangat menyedihkan karena semakin dibatasinya kesempatan anak Indonesia untuk bisa duduk di bangku kuliah(terutama yang tidak mempunyai cukup biaya).
Indonesia oh Indonesia, mau jadi apa dan bagimana bangsa ini 10-20 tahun mendatang? SMK diperbanyak, kesempatan kuliah dibatasi. Investor asing akan bersorak girangkarena berhasil menjadikan bangsa Indonesia buruh di negeri sendiri (bagian dari Imperialisme modern).
Pendidikan bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu penting (setidaknya itu kata para motivator/pengusaha sukses yg tidak lulus kuliah atau bahkan tidak pernah merasakan bangku kuliah), tetapi bagiku pribadi: pendidikan (di perguruan tinggi) sangat penting, terutama untuk mengubah pola pikir.
to be continue . . . .
Misal kekhawatiran banyak pihak itu terbukti, maka hal ini tentu sangat menyedihkan karena semakin dibatasinya kesempatan anak Indonesia untuk bisa duduk di bangku kuliah(terutama yang tidak mempunyai cukup biaya).
Indonesia oh Indonesia, mau jadi apa dan bagimana bangsa ini 10-20 tahun mendatang? SMK diperbanyak, kesempatan kuliah dibatasi. Investor asing akan bersorak girangkarena berhasil menjadikan bangsa Indonesia buruh di negeri sendiri (bagian dari Imperialisme modern).
Pendidikan bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu penting (setidaknya itu kata para motivator/pengusaha sukses yg tidak lulus kuliah atau bahkan tidak pernah merasakan bangku kuliah), tetapi bagiku pribadi: pendidikan (di perguruan tinggi) sangat penting, terutama untuk mengubah pola pikir.
to be continue . . . .
Sekolah yang Menyenangkan
Saat aku bertanya pada 'my little boy', "gimana sekolahnya hari ini?" jawabnya adalah : " biasa aja, capek. Pengen banget rasanya sekolahin dia di sekolah alam, seandainya di Jombang, Jatim ada. Tapi karena belum ada, pengeeeeen banget rasanya menciptakan atmosfer yang menyenangkan baginya dalam belajar. Sejauh ini dia adalah anak yang cerdas dan kritis (gemar bertanya), aku khawatir kalo tidak diimbangi dengan pendidikan lain (pembiasaan di rumah) dia akan menjadi generasi Indonesia yang menganggap sekolah adalah sebuah siksaan, bukan hal yang menyenangkan atau rutinitas yang ditunggu2. Seandainya dia mau tinggal bersamaku, seandainya aku bisa all day long di rumah (cuma ngajar pagi-siang aja) :'( Sayangnya, dia belum mau tinggal bersamaku dan aku juga belum bisa meluangkan banyak waktu di rumah. Oh my little boy, I love u much, really love u, dear Zidan
Quo vadis pendidikan Indonesia?
Jujur, menjadi guru pada awalnya adalah the last choice bagiku karena sulitnya menemukan pekerjaan untuk lulusan S1 Ilmu Sejarah. Tetapi, setelah menjalaninya selama beberapa waktu (dengan proses yang panjang dan penuh dengan suka duka pengalaman) aku merasa berada di 'habitat' yang tepat. Sayangnya, ibarat berenang melawan arus, idealisme sebagai individu (yang ingin sekali mengubah sistem/pola pengajaran) berbenturan dengan sistem pendidikan Indonesia yang 'yaahh, you know-lah' (bahasa gaulnya, hehe).
Sedih rasanya melihat murid2ku (tentunya generasi bangsa ini) malas sekolah dengan alasan : bosan di kelas, tidak suka dengan guru A, males klo yang ngajar guru B, sukanya cuma pas guru C, tapi nilai pelajaran guru C juga tidak lebih baik dibanding mapel lainnya. Pengen banget aku menemukan formula atau cara untuk membuat mereka semangat ke sekolah, tidak memilih siapapun guru mereka, rasa ingin tahu yang besar akan ilmu pengetahuan dan segudang alasan lain yang bisa membuat merek betah di sekolah.
Sayangnya, pendidikan Indonesia yang "sudah terlanjur terstruktur sedemikian hingga" mematikan kreativitas dan daya nalar anak. Anak hanya diberi ruang kebebasan untuk belajar sambil bermain di tingkat TK, setelah masuk SD sekolah menjadi begitu menyenangkan hanya pada saat istirahat, mengapa? pertama, karena kreativitas anak (psikomotorik anak dibatasi) dan hanya ditarget oleh aspek-aspek kognitif saja. Tidak hanya sampai di situ saja, dalam menjawab soal mereka hanya diperbolehkan menjawab secara text book alias copy paste, jarang sekali soal yang memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan atau menguraikan sehingga nalar + kreativitas anak terlatih. Hasilnya, anak hanya bisa menjawab jika jawabannya ada di buku, ketika buku tidak menyediakan jawaban yang dicari, maka anak tidak bisa menjawab. Mereka tidak terlatih/dibiasakan untuk menalar/memberikan jawaban sesuai dengan pendapat mereka . Kedua, mereka terbiasa "disuapi" oleh guru sejak SD, anak hanya sebagai obyek, yang harus diam+memperhatikan=mengerti. Alhasil, ketika siswa duduk di bangku SMP-SMA dan mendapati guru yang tidak menerangkan, siswa sudah mengklaim bahwa si guru tsb tidak enak. Padahal sesuai usia mereka harusnya sudah mulai bisa mengembangkan pola pikirnya sendiri, tidak text book lagi.
Meski sebagai guru aku juga masih sering menerangkan, ingin sekali rasanya ketika metode pembelajaran yang aku gunakan adalah diskusi mereka bisa aktif (baik berpendapat maupun bertanya), ketika membuat analisis pendapat mereka yang tertuang bukan menyalin apa yang ada di buku maupun LKS.
to be continue . . . .:-)
Sedih rasanya melihat murid2ku (tentunya generasi bangsa ini) malas sekolah dengan alasan : bosan di kelas, tidak suka dengan guru A, males klo yang ngajar guru B, sukanya cuma pas guru C, tapi nilai pelajaran guru C juga tidak lebih baik dibanding mapel lainnya. Pengen banget aku menemukan formula atau cara untuk membuat mereka semangat ke sekolah, tidak memilih siapapun guru mereka, rasa ingin tahu yang besar akan ilmu pengetahuan dan segudang alasan lain yang bisa membuat merek betah di sekolah.
Sayangnya, pendidikan Indonesia yang "sudah terlanjur terstruktur sedemikian hingga" mematikan kreativitas dan daya nalar anak. Anak hanya diberi ruang kebebasan untuk belajar sambil bermain di tingkat TK, setelah masuk SD sekolah menjadi begitu menyenangkan hanya pada saat istirahat, mengapa? pertama, karena kreativitas anak (psikomotorik anak dibatasi) dan hanya ditarget oleh aspek-aspek kognitif saja. Tidak hanya sampai di situ saja, dalam menjawab soal mereka hanya diperbolehkan menjawab secara text book alias copy paste, jarang sekali soal yang memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan atau menguraikan sehingga nalar + kreativitas anak terlatih. Hasilnya, anak hanya bisa menjawab jika jawabannya ada di buku, ketika buku tidak menyediakan jawaban yang dicari, maka anak tidak bisa menjawab. Mereka tidak terlatih/dibiasakan untuk menalar/memberikan jawaban sesuai dengan pendapat mereka . Kedua, mereka terbiasa "disuapi" oleh guru sejak SD, anak hanya sebagai obyek, yang harus diam+memperhatikan=mengerti. Alhasil, ketika siswa duduk di bangku SMP-SMA dan mendapati guru yang tidak menerangkan, siswa sudah mengklaim bahwa si guru tsb tidak enak. Padahal sesuai usia mereka harusnya sudah mulai bisa mengembangkan pola pikirnya sendiri, tidak text book lagi.
Meski sebagai guru aku juga masih sering menerangkan, ingin sekali rasanya ketika metode pembelajaran yang aku gunakan adalah diskusi mereka bisa aktif (baik berpendapat maupun bertanya), ketika membuat analisis pendapat mereka yang tertuang bukan menyalin apa yang ada di buku maupun LKS.
to be continue . . . .:-)
Langganan:
Postingan (Atom)