Minggu, 09 Februari 2014

Happy Motherhood :)

Pada september 2012, Allah memberiku hadiah terindah setelah orang tua terbaik dan suami terbaik, yaitu kehamilan, artinya sekitar 9 bulan kemudian aku akan mendapatkan seorang anak dari rahimku sendiri, alhamdulillah. Kehamilan ini baru dipercayakan Allah setelah lewat 3 tahun usia pernikahan kami dan sangat dinanti tidak hanya oleh kami tapi juga orang tua karena kami sama-sama anak pertama dalam keluarga yang diharapkan segera mempunyai keturunan.
3-4 bulan pertama morning sickness menyerang dengan hebat, makanan/minuman cuma numpang mampir beberapa menit dan setelahnya keluar lagi, tp untungnya tetep doyan makan meski seuprit dan keluar lagi :D. Masuk bulan kelima, makanan tertentu(nasi padang atau tahu campur) mulai masuk dan itupun hanya di malam hari, pagi-siang makanan yang masuk hanya es krim, UHT atau siomay. Bulan ketujuh nafsu makan mulai menggila, apa aja doyan dan bisa dalam porsi jumbo atau dobel.
9 bulan kehamilan adalah moment indah tak terlupakan, di mana setiap fase aku diserang oleh kegalauan/kecemasan2 tertentu, untungnya banyak teman dan sahabat yang support dan nggak bosen aku inbox/sms untuk tanya ini itu seputar kehamilan. Bahkan, setiap periksa rutin bulanan aku selalu membawa daftar pertanyaan di secarik kertas untuk aku tanyakan pada dokter, sampai suamiku kadang sungkan/malu sama sesama pasein yang antriannya mengular sedangkan aku lama banget di dalam untuk tanya ini-itu demi menghapus kegalauan/kecemasan2ku sendiri. 
Aku menghitung setiap hari, minggu dan bulan perkembangan kehamilanku, usg tiap bulan untuk tahu perkembangan si dia di dalam sini diperutku :). Saat dia mulai bergerak, wow amazing, geli geli lucu dan semakin lama saltonya semakin terasa yahut sampai bikin perut kaku, it's ok Dear no problem. Masuk usia 8 bulan kehamilanku, aku mulai resign dari kerja kantoran di sebuah LBB di Jombang. Pilihan yang sulit sebenarnya,terbiasa mendapat gaji yang lumayan setiap bulan dengan ritme kerja yang santai di lingkungan kantor yang nyaman dan sudah seperti keluarga kemudian harus di rumah saja dengan kegiatan hanya mengajar di sekolah. Membayangkannya sulit rasanya, tapi ternyata pilihan harus ditentukan, toh kalau tidak resign sekarang setelah melahirkan pasti aku akan resign karena tidak tega rasanya meninggalkan si dia yang telah lama di nanti all day long, jadi cepat atau lambat pasti akan terjadi. 
Demi membuatku betah dan nyaman di rumah, suami berlangganan internet supaya di rumah free wifi sehingga aku bisa online di mana saja, sebelumnya kami hanya punya modem sehingga kalau mau online harus gantian, padahal di rumah ada komputer, laptop, tablet yang semua bisa dipakai kalau ada wifi. Semakin banyak waktu aku di rumah semakin aku banyak membaca seputar kehamilan dan semakin banyak pula pengetahuanku sekaligus kecemasan-kecemasanku :'(. Kata temenku sih, mending nggak usah baca deh biar nggak tahu yang aneh2 dan nggak parno  tentang banyak hal, cuek aja. Nah karena dasarnya aku suka baca dan suka online terlebih aku juga ikut komunitas ibu hamil di FB (Mamma Mia, jadi tidak mungkin mungkinlah menutup mata dengan segala informasi baru yang ada. Sharing dengan sesama pejuang Mei (sebutan untuk moms yang HPL nya di bulan Mei dan sekitarnya) lumayan menenangkanku, meski kadang si galau datang lagi kala si dia agak diem (tidak sekatif biasanya). Semakin tua usia kehamilan semakin panjang daftar pertanyaan yang aku bawa tiap kali kontrol ke obgyn dan semakin dag dig dug aku melihat hasil usg,dia ada di dalamku tp tiap bulan aku baru bisa melihatnya meski setiap saat aku merasakan hadirnya, 

to be continue....bocil udah merayap mau sabotase laptop :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar