Lagi g ada ide mo nulis apaan, cuma merasa pengen buka n nulis sesuatu aja deh d blog :) Menjelang liburan tp blm ada planning holiday, malah harus stand by di rumah krn suami baru memulai bisnis baru, SEF (Smart English for Future) start on January 2012, semoga dilancarkan Allah, diberi kemudahan dan barokah, amiiiin:)
Join us to improve your English for future adalah tagline SEF, my idea lho . . . .:D
Rabu, 21 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
Akhirnya dimonitoring juga ^_^
Minggu, 11 Desember 2011 akhirnya sekolahku kedatangan juga ama tim monitoring dari Kemenag setelah beberapa minggu tertunda2. Kami datang ke sekolah sesuai dengan intruksi jam 7 pagi (aku dan beberapa teman ada yang datang telat sih, hehe) eh para bapak tim monitoring baru hadir jam 11.30, alhamdulillah ya...sesuatu, xixi. Ada 2 orang bapak yang datang dan kami menduga-duga si bapak A enak/g ya? dibanding dengan si bapak B...singkat cerita akhirnya kami secara bergantian diperiksa kelengkapan/perangkat mengajar yang kami miliki. And well, aku cuma dapat skor 76,6 untuk jerih payah lembur 2 bulan :'( padahal pengennya dapat minimal 85-lah, hehe. Tapi apa daya, kuasa skor tidak ada pada kami:) Ini masih tingkat MTs, nanti kalo monotoring MA, aku pengen dapat nilai minila 85 tetapi target 90 ke atas, hehe (bermimpi itu harus setinggi langit supaya kalo jatuh masih di atas genteng, kalo mimpi cuma setinggi genting jatuhnya ke tanah aja, hahaha). Yaaah, minimal udah tahulah, ooo monitoring itu gtu ya... g bertanya2 lagi dengan hati dag dig dug der, hehe. Masih tegang ujian skripsi jauuuuhh sih^-^
Kamis, 08 Desember 2011
'Middle Class' di Indonesia tercinta
Baru saja selesai baca rubrik Opini di Jawa Pos edisi Jum'at, 9 Desember 2011 yang berjudul 'Occupy Wall Street dan Kelas Menengah Kita'. Dalam tulisan tsb ada hal 'paling' menarik yang saya cermati yaitu tentang pentingnya peran kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi dan motor penggerak demokrasi di suatu negara. Sayangnya, di Indonesia meningkatnya jumlah kelas menengah dari tahun ke tahun hanya dapat dirasakan kuantitasnya saja, tidak kualitasnya. Dapat dikatakan bahwa kelas menengah yang dimiliki bangsa kita saat ini adalah kelas menengah yang lemah, pasif, apatis, pragmatis tetapi sangat konsumtif (kurang 'payah' apa lagi coba? hehe). Salah satu contoh sederhananya adalah, masih rendahnya jumlah kelas menengah Indonesia yang mengerti (baca : sekedar memikirkan) pentingnya investasi untuk kelangsungan perekonomian mereka dan bangsa ini. 2 thumbs buat mas Afiffudin :)
Saya ingin beropini tentang investasi (bukan tentang OWS-nya :) Mengharapkan kelas menengah Indonesia untuk investasi di pasar modal/pasar uang mungkin masih dapat dikatakan 'jauh panggang dari api' artinya masih perlu waktu cukup lama untuk dapat merealisasikannya. Kalau investasi dalam bentuk sederhana 'pasti' bisa untuk mulai dibudayakan pada masyarakat (terutama kelas menengah). Misalnya : investasi emas (logam mulia lainnya), tanah, dsb. Kata 'konsumtif' yang disematkan oleh penulis pada kelas menengah kita sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak? kelas menegah juga masih berpotensi untuk tergelincir ke kelas bawah jika tidak bijak dalam mengelola keuangannya dan pasti terkena dampak jika terjadi krisis ekonomi. Contoh : menjelang lebaran, di mana harga barang dinaikkan, justru masyarakat berlomba-lomba untuk memenuhi pasar tradisional sampai Mall untuk membeli ini-itu dengan alasan 'buat lebaran', setelah uang habis-lebaran selesai-satu demi satu barang berharga yang dimiliki dijual/digadaikan karena tidak ada lagi dana cadangan/simpanan. Herannya, ini berulang setiap tahunnya :)
Tidak mengherankan, jika investor masih akan terus dan terus menambah jumlah Mall yang ada di Indonesia karena mereka jeli dalam membaca pasar, yaitu "masyarakat konsumtif", artinya masyarakat menjadi pasar potensial para pengusaha/investor. Sayangnya, masyarakat tidak sepenuhnya sadar bahwa wajah imperialisme telah berubah, tidak lagi gold-gospel-glory tetapi penyedia sumber bahan mentah (Indonesia adalah negara kaya akan SDA hayati dan non hayati); penyedia tenaga kerja murah; dan daerah pemasaran hasil produksi.
Kalau memang gerakan OWS yang sedang menggema di luar sana 'rupanya' tidak mengusik kelas menengah Indonesia, setidaknya kita bisa berusaha untuk sedikit demi sedikit menghilangkan (baca : minimal mengurangi) kelemahan, kepasifan, keapatisan dan budaya konsumtif yang ada di masyarakat dan memulainya dari diri sendiri.
Ayo gemar menabung dan mulainya berinvestasi selagi kita muda dan dapat bekerja !!! :D
Saya ingin beropini tentang investasi (bukan tentang OWS-nya :) Mengharapkan kelas menengah Indonesia untuk investasi di pasar modal/pasar uang mungkin masih dapat dikatakan 'jauh panggang dari api' artinya masih perlu waktu cukup lama untuk dapat merealisasikannya. Kalau investasi dalam bentuk sederhana 'pasti' bisa untuk mulai dibudayakan pada masyarakat (terutama kelas menengah). Misalnya : investasi emas (logam mulia lainnya), tanah, dsb. Kata 'konsumtif' yang disematkan oleh penulis pada kelas menengah kita sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak? kelas menegah juga masih berpotensi untuk tergelincir ke kelas bawah jika tidak bijak dalam mengelola keuangannya dan pasti terkena dampak jika terjadi krisis ekonomi. Contoh : menjelang lebaran, di mana harga barang dinaikkan, justru masyarakat berlomba-lomba untuk memenuhi pasar tradisional sampai Mall untuk membeli ini-itu dengan alasan 'buat lebaran', setelah uang habis-lebaran selesai-satu demi satu barang berharga yang dimiliki dijual/digadaikan karena tidak ada lagi dana cadangan/simpanan. Herannya, ini berulang setiap tahunnya :)
Tidak mengherankan, jika investor masih akan terus dan terus menambah jumlah Mall yang ada di Indonesia karena mereka jeli dalam membaca pasar, yaitu "masyarakat konsumtif", artinya masyarakat menjadi pasar potensial para pengusaha/investor. Sayangnya, masyarakat tidak sepenuhnya sadar bahwa wajah imperialisme telah berubah, tidak lagi gold-gospel-glory tetapi penyedia sumber bahan mentah (Indonesia adalah negara kaya akan SDA hayati dan non hayati); penyedia tenaga kerja murah; dan daerah pemasaran hasil produksi.
Kalau memang gerakan OWS yang sedang menggema di luar sana 'rupanya' tidak mengusik kelas menengah Indonesia, setidaknya kita bisa berusaha untuk sedikit demi sedikit menghilangkan (baca : minimal mengurangi) kelemahan, kepasifan, keapatisan dan budaya konsumtif yang ada di masyarakat dan memulainya dari diri sendiri.
Ayo gemar menabung dan mulainya berinvestasi selagi kita muda dan dapat bekerja !!! :D
Selasa, 06 Desember 2011
Behel oh behel >_<'
Keinginan lama yg udah lamaaaa banget terpendam skrg kembali muncul dan menggebu2, huft. (baca : pasang behel untuk gigiku yang super berantakan). Ada sepupu yang nawari 2 juta di dokternya dan suami udah ngijinin, cm setelah mikir2 lagi n tanya sana-sini ama temen yg udah pasang behel duluan, hargax berkisar 5-6 juta (biasa), langsuung ijin dbatalkan ama suami dengan alasan kemahalan untuk kawat yg dipasang di gigi (huaaaa, pengen jerit2, ya iyalah mahal kan bukan kawat yg dibuat di toko bangunan dear hubby). Setelah 2 bulan ini disibukkan dengan monitoring sekolah yang ditunda-tunda terus, rasanya pasang behel bisa mengobati rasa penat dan jenuhku, secara kan keinginan lama yang kembali muncul,hadehhhh, gimana nih?
klo dipikir memang mahal sih, seharga laptop gtu loooh, cuma namanya aja buat gigi lebih rapi n bagus ya wajarlah segitu, tp hubbyqcintaq sayangq tidak memberikan restunya, huaaaaa.....nangis guling-guling :'(
klo dipikir memang mahal sih, seharga laptop gtu loooh, cuma namanya aja buat gigi lebih rapi n bagus ya wajarlah segitu, tp hubbyqcintaq sayangq tidak memberikan restunya, huaaaaa.....nangis guling-guling :'(
Jumat, 04 November 2011
Guru MENGAJAR belum tentu siswa BELAJAR
Hal mendasar yang tidak biasa dipahami oleh semua guru adalah 'saat guru mengajar belum tentu siswa belajar' (seperti kata pak Munib Chatib). Jujur, setelah membaca buku SEKOLAHNYA MANUSIA, kesadaran itu mulai muncul setiap aku mengajar. Mau dipaksakan bagaimanapun, ketika suasana kelas tidak kondusif (anak-anak mengantuk, terlihat lelah, tampak jenuh/bosan) maka proses belajar harus 'break' dulu alias tidak dapat dilanjutkan dulu, lalu apa yang harus dilakukan guru? membiarkan anak-anak tidur? atau mendiamkan mereka? tentu tidak ;) Yang harus dilakukan guru adalah memberikan ice breaking untuk me-refresh otak mereka agar segar kembali dan siap untuk proses belajar. Ice breaking tentu banyak macamnya, apa saja.... silahkan klik di:
http://asepsaepudin73.blogspot.com/2009/01/macam-macam-games-yang-dapat-dijadikan.html
atau
http://www.slideshare.net/guest069a65a/ice-breaking-dlm-pembelajaran
http://asepsaepudin73.blogspot.com/2009/01/macam-macam-games-yang-dapat-dijadikan.html
atau
http://www.slideshare.net/guest069a65a/ice-breaking-dlm-pembelajaran
Kamis, 27 Oktober 2011
Belajar Mengajar dengan Hati
Menghadapi murid yang kurang pintar, nakal atau tidak mempunyai motivasi belajar adalah sebuah tantangan bagi setiap guru (pendidik). Menghadapi siswa kurang pintar, guru hanya butuh kesabaran(ketelatenan) untuk mengulang dan mengulang lagi materi sampai si anak mengerti. Menghadapi siswa yang nakal tidak cukup hanya dengan kesabaran tetapi juga dengan tindakan (bekerjasama dengan guru BK dan waka kesiswaan) mencari tahu apa penyebab kenakalan anak dan tindak lanjut apa yang perlu dilakukan pihak sekolah untuk mengatasinya. Sedangkan menghadapi siswa dengan motivasi belajar 'nol' adalah sebuah tantangan yang bisa saya katakan 'cukup menguras energi' karena diperlukan kesabaran/ketelatenan, kepedulian dan kasih sayang atau bisa saya istilahkan 'mengajar dengan hati'. Mungkin terdengar berat dan mungkin naif untuk sebagian orang, tetapi percayalah begitu kita bisa masuk celah 'hati' anak-anak (siswa) dengan kasih sayang dan empati kita, maka anak-anak akan bisa menemukan kembali motivasi belajar nya yang menguap atau bahkan sempat menghilang. Meski belum merasa sepenuhnya berhasil menjadi GURUNYA MANUSIA, tetapi saya mempunyai beberapa tips 'mengajar dengan hati'
1. Berpikir Positif sebelum mengajar, jangan bayangkan penolakan siswa pada pelajaran kita, jangan bayangkan siswa terbandel di kelas, jangan berpikir negatif tentang siswa yang akan qta temui di kelas. Sebaliknya, pikirkan bahwa anda akan bertemu dengan anak-anak yang manis, yang sering merajuk karena minta perhatian, yang utuh figur orang tua untuk berkeluh kesah dan hal-hal lainnya yang positif/menenangkan
2. Tularkan Energi Positif kita ketika masuk ke dalam kelas dengan salam, senyum, wajah ceria dan seolah tidak akan mengajar mereka, tetapi hanya berbagi sesuatu yang anda miliki.
3. Berilah Empati anda dengan menanyakan kabar mereka hari ini, apakah mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan anda berikan hari ini? Perhatian mereka akan sedikit demi sedikit bertambah pada anda karena mereka merasa dipedulikan oleh gurunya.
4. Buatlah Apersepsi yang dapat menarik perhatian siswa sehingga tanpa anda paksapun siswa akan mengikuti alur yang anda ciptakan. Kalau dalam buku Pak Munib Chatib, ada beberapa macam apersepsi, misal : cerita lucu/humor, warming, brain gym, video pendek yang bisa memancing keingintahuan mereka, membahas suatu masalah yang sedang 'In' atau 'booming' saat ini (misal segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea, entah boyband, drama korea, kekalahan MU saat Derby dengan Manchester City, atau tewasnya mArco Simoncelli di GP Sepang-Malaysia, dll) lalu mengaitkannya dengan materi kita. Bagaimana cara mengaitkannya? itu bergantung pada kemampuan anda untuk berinovasi dan berimprovisasi dalam menyampaikan materi yang bisa dihubungkan dengan peristiwa2 tsb.
Untuk membuat Apersepsi yang menarik, kita memang dituntut untuk kreatif dan selalu up to date terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, up to date pada selera anak-anak, mencoba masuk untuk mengerti dan memahami dunia anak, bukan memaksa mereka mengerti dan memahami dunia kita. (Kata Gibran, anak-anak adalah busur panah yang sudah kita lepaskan dan tidak bisa kembali lagi pada kita, artinya zaman mereka dengan kita sudah jauh berbeda)
Belajar tidak bisa satu arah (dari guru saja), tetapi harus dua arah, sehingga pemebelajaran harus mellibatkan siswa secara aktif, gunakan cara yang Inovatif dan Kreatif tetapi tetap efektif dan tentu saja menyenangkan (PAIKEM).
Menurut saya, setiap manusia adalah pembelajar, tidak ada kata akhir untuk berhenti belajar karena zaman terus berlari meninggalkan kita. Untuk menjadi sempurna tentunya sebuah kemustahilan, tetapi dengan keinginan kuat agar selalu menjadi lebih baik, insyaallah hasil terbaik dapat kita peroleh. Mari mengajar dengan hati, insyaallah kita bisa menjadi guru yang dinanti oleh para siswa kita, amiiiin
Senin, 24 Oktober 2011
Komunikata
Setelah minggu lalu merasa 'berhasil'TTS, minggu ini aku ingin mencoba membuat metode seperti kuis komunikata, yang formatnya agak aku ubah sedikit. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Siswa yang paling depan, nantinya bertugas menulis jawaban di papan tulis,2 orang teman di belakangnya bertugas menyampaikan pesan/kata yang telah disampaikan oleh teman ke-4 (berdiri paling belakang), yang telah mendapat kata kunci dari guru, kata kunci yang diberikan bisa 4-5 kata, kelompok mana yang lebih dulu menyelesaikan dan benar semua akan mendapat hadiah dari guru. Belum buat kata kuncinya sih, tapi optimis kalo metode ini bakal menarik buat anak-anak, terutama yang biasanya tidak bisa duduk :D
Jumat, 21 Oktober 2011
TTS untuk minggu ini
Minggu ini aku sedang gemar menggunakan TTS sebagai media pembelajaran di kelas, alhamdulillah sangat efektif membuat anak-anak mau membaca buku dan antusias mengerjakannya, bahkan kelas 8 yang bagiku juga guru-guru lain sangat sangat 'sulit untuk dikendalikan' berhasil 'kukendalikan' dengan media ini. Minggu depan adalah tantangan selanjutnya untuk mencuri perhatian anak-anak, mungkin aku akan membuat semacam kuis 'komunikata' atau 'whispering contest' di mana anak-anak tidak terkungkung di bangkunya, tapi bisa berdiri dan bergerak leluasa. Selain itu aku juga berencana untuk memberikan ice breaking berupa permainan (entah apa, belum mengobok2 file fasilitator hubby:) yang bisa membuat mereka tetap enjoy dengan pelajaran sejarah saat mereka terlihat jenuh/bosan. Harus diakui, pelajaran sejarah bagi banyak anak 'bikin ngantuk' dan akhirnya 'mendengkur' :D Semoga dengan cara-cara yang coba aku lakukan ini, pelajaranku menjadi pelajaran yang dinanti oleh anak-anak.
Awalnya aku membuat kotak-kotak di word lalu excel, ternyata sangat menyita waktu untuk membuat TTS untuk 1 jenjang kelas, setelah cerita pada seorang teman, ternyata ada softwarenya, yaitu eclipscrossword.com. Waaaaah, ternyata nggak perlu lama untuk membuat TTS :) Tinggal buat soal+jawabannya, lalu masukkan deh ke eclipscrossword, taraaaa . . . . . jadi deh :D
Awalnya aku membuat kotak-kotak di word lalu excel, ternyata sangat menyita waktu untuk membuat TTS untuk 1 jenjang kelas, setelah cerita pada seorang teman, ternyata ada softwarenya, yaitu eclipscrossword.com. Waaaaah, ternyata nggak perlu lama untuk membuat TTS :) Tinggal buat soal+jawabannya, lalu masukkan deh ke eclipscrossword, taraaaa . . . . . jadi deh :D
Jumat, 14 Oktober 2011
Belajar menjadi GURUNYA MANUSIA
Belum tuntas membaca Gurunya Manusia by Munib Chatib, sudah cukup rasanya untuk membuka mata/mengintropeksi diri tentang cara yang selama ini aku lakukan dalam mengajar. Meski bukan tipekal teacher oriented, tp 50% dari proses pembelajaran di kelas memang aku gunakan untuk ceramah (yang oleh pak Munif SANGAT DILARANG, porsinya 30 : 70 saja . Bukan tanpa alasan sebenarnya aku menggunakan metode ceramah, anak-anak sudah terbiasa dengan metode ceramah, sehingga bagi mereka kalo guru belum menerangkan berarti wajar kalo mereka nggak bisa, nah repot kan?. Butuh waktu memang untuk mengubah pandangan anak-anak, mereka yang dari kecil terbiasa di sekolah yang 'menyuapi' materi, tentu merasa agak kaget dengan metode non ceramah, misal: ketika diskusi pasif, ketiga tugas kelompok tidak bisa bekerjasama dengan baik, de el el. Semoga dengan membaca sampai khatam buku pak Munif bisa memperbaiki cara mengajarku di sekolah dan anak-anakku kelak :) Aku juga ingin menjadi guru yang selalu dinantikan oleh murid-murid meski bagi banyak anak pelajaran Sejarah adalah pelajaran hafalan yang 'membosankan'
Jumat, 07 Oktober 2011
J e n u h
Jenuh dengan aktivitas beberapa minggu terakhir ini, setiap hari dikejar deadline (padahal bkn wartawan, hehe), berangkat pagi pulang malam, biasanya sampai rumah masih sempat baca buku or nonton film, 2 minggu ini g sempat lagi. Klo biasax buka leppy cm buat online, skrg buat ngerjain tugas sekolah yang seabrek bin bejibun. Mata capek, leher capek, punggung nyeri, belum lagi otak capek buat bagi waktu . . . .huft:'( resiko double job sih, wkwkwk. Untungnya semangat kerja tetap menyala :) meski badan rasax remuks. Fortunatelly, aku punya 'great hubby' yang siap sedia membantu sebagian tugas2ku soal edit-mengedit :)
Jumat, 30 September 2011
9 Summers 10 autumns
Akhirnya hari ini selesai juga baca novel Iwan Setyawan rekomendasi dari seorang teman:) Novel yang sangat inspiratif dan menyentuh dengan segala kesederhanaan dan cinta keluarga yang diusung di dalamnya. Ingin sekali meminjami murid-muridku novel ini, untuk meyakinkan mereka bahwa pendidikan tidak sekedar 'penting' tapi sangat penting untuk membuat seseorang bisa mengenal dunia lebih luas dari yang selama ini diketahuinya. Sama bersemangatnya aku menunjukkan kisah Lintang dalam Laskar Pelangi yang bersepeda puluhan kilo hanya untuk merasakan sekolah dasar. Sayangnya murid-muridku sudah terlanjur melihat potret buram pendidikan di tanah air tercinta serta 'kekurangmampuan' pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Bagimana tidak, ketika aku bilang bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan, mereka dengan bersungut menjawab : emang sekolah tinggi bisa jamin kita dapat kerja yang bagus ustadzah? tetangga saya banyak tuh sarjana tapi masih nganggur juga sampai sekarang? selain itu biaya kuliah kan nggak murah, harusnya pemerintah membuat kebijakan dong supaya pendidikan untuk semua tidak sekedar slogan tapi kenyataan, nah buktinya mau masuk PTN biayanya besar sekali, kan tidak semua orang tua mempunyai keberanian untuk mempertaruhkan segalanya untuk meng'kuliah'kan anak sedangkan anak-anak yang lain masih butuh makan dan sekolah juga??? sempat speachless mendapat bombardir pertanyaan yang tak terduga, meski akhirnya bisa menguasai diri dan kembali meyakinkan mereka bahwa 'penting'nya pendidikan tidak hanya untuk mencari pekerjaan (sedikit naif memang, mengingat sampai hari ini kita masih tinggal di bumi Indonesia, tapi ini untuk menyakinkan murid-muridku tersayang) tetapi lebih pada 'investasi jangka panjang' yang banyak manfaatnya dalam bentuk non materi, misal: mengubah pola pikir. Meski masih kulihat keraguan dan ketidakpercayaan di mata mereka tentang arti penting pendidikan, setidaknya ini baru awal bagiku untuk membuka jalan mereka supaya berani 'bermimpi' atau 'bercita-cita'
Jumat, 26 Agustus 2011
9 Matahari by Adenita
Baru saja menyelesaikan membaca novel 9 matahari by Adenita. Very inspiring . . . two thumbs for her:) Buku yang bagus untuk dibaca remaja ABG (SMP-SMA) or calon mahasiswa. Melihat betapa perjalanan mengejar impian menjadi 'sarjana' seorang Matahari untuk bisa menjadi manusia yang mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya, mempu membuat mengakui 'eksistensinya' dan keyakinan bahwa pendidikan adalah salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidaktauan tentang kehidupan. Jadi ingat dengan salah satu siswaku di LBB yang skrg kls.12 ips, dia anak orang mampu tapi dia mengeluh bingung enaknya kuliah atau nggak ya mbak? katanya suatu ketika, aq jawab: ya harus kuliah dunk dik. Tapi kuliah jurusan apa n di mana mbak enaknya? 'enaknya' menjadi kata yang menunjukkan bahwa kemampuan finansial orang tuanya sangat mampu untuk menguliahkannya di mana saja dia mau. Harusnya dia baca buku ini, untuk tahu bahwa di luar sana bayaaaak banget anak-anak seusia dia yang merajut mimpi untuk bisa merasakan pendidikan universitas tapi terbentur biaya. Lalu mulailah aku memberi nasehat panjang lebar tentang pentingnya kuliah, senangnya kuliah, suka duka kuliah dll untuk memotivasi dia supaya dia segera punya tujuan jurusan untuk kuliah. Aku tekankan pada dia, menjadi sarjana tidak sekedar untuk mencari kerja apalagi hanya untuk gaya or prestice, no. Kuliah itu pendidikan tingkat atas yang akan menunjukkan kamu banyak hal tentang hiudp, yang akan mengubah pola pikir kamu sebagai seseorang, yang akan memberimu banyak pengalaman hidup luar biasa (kalau kamu mau aktif di berbagai kegiatan yang tidak sekedar ada di runag kuliah saja). Aku masih memberinya waktu untuk berpikie, nanti kalo udh masuk lagi akan aku tanya dan aku minta dia untuk membaca 9 matahari :)
Kamis, 25 Agustus 2011
Tikus yang menyebalkan >_<'
Hari ini lagi2 dibuat jengkel sama ulah si tikus yang makin lama makin menginvasi area rumah. Pagi ini aku mendapati tutup tupperwareku berlubang krn dia makan, huft :'( menyebalkan. Setelah beberapa hari lalu charger yang mereka putuskan sekarang peralatan, besok apa lagi????
Siang jam 10-an cucian udh kelar meski aku tinggal2 bersih2 rumah, online n baca, tiba saat mau menegringkan, taraaa, pengeringnya g bisa muter, jelas ini kabel dimakan tikus pula seperti 2 kali sebelumnya, huaaaaa pengen ngamuk rasanya, tp ke siapa? tikusnya aja g nongol klo pagi or siang2 gini, ckckck. Harus diapakan sih supaya mereka mau hengkang??? racun sudah, jebakan sudah. Yg belum lem tikus dan kombinasi dari ketiganya secara bersamaan.
Yang cukup menghibur hari ini adalah aku sudah menyelesaikan membaca buku 'Rindu Purnama' yang kemarin aku beli. Isinya ringan2 saja, tidak seberat novel Tasaro yang sebelumnya pernah aku baca, no problemo-lah yang penting membaca&menambah wawasan, apalagi ada interlude dari A. Fuadi yang cukup berisi :)
Siang jam 10-an cucian udh kelar meski aku tinggal2 bersih2 rumah, online n baca, tiba saat mau menegringkan, taraaa, pengeringnya g bisa muter, jelas ini kabel dimakan tikus pula seperti 2 kali sebelumnya, huaaaaa pengen ngamuk rasanya, tp ke siapa? tikusnya aja g nongol klo pagi or siang2 gini, ckckck. Harus diapakan sih supaya mereka mau hengkang??? racun sudah, jebakan sudah. Yg belum lem tikus dan kombinasi dari ketiganya secara bersamaan.
Yang cukup menghibur hari ini adalah aku sudah menyelesaikan membaca buku 'Rindu Purnama' yang kemarin aku beli. Isinya ringan2 saja, tidak seberat novel Tasaro yang sebelumnya pernah aku baca, no problemo-lah yang penting membaca&menambah wawasan, apalagi ada interlude dari A. Fuadi yang cukup berisi :)
Selasa, 23 Agustus 2011
Libur tlah tiba . . . .
Libur hari pertama.
Bangun jam 6.30-beres2 rumah-mandi-jalan2 ke Jombang buat saving ke bank, mampir rumah ibu terus hunting sepatu. Mmm, ramenya pertokoan dan jalanan bener2 menunjukkan aura lebaran, di mana budaya konsumtif masyarakat mencapai puncaknya. Setelah dari 2 toko sepatu dan tidak ada satupun model yang cocok menurut selera dan harga, akhirnya pulang daripada memaksakan masuk 'mall' yg dari luar udh tampak berjubel, Omigod . . . . parkiran sampai mengganggu lalu lintas jalanan.
Sampai rumah, main game ama hubby :) karena bosen n g bisa mainnya, akhirnya pisah deh meski masih di ruangan yang sama, hubby nge-game, aku online.
Lalalalalala, enaknya liburan :)
Bangun jam 6.30-beres2 rumah-mandi-jalan2 ke Jombang buat saving ke bank, mampir rumah ibu terus hunting sepatu. Mmm, ramenya pertokoan dan jalanan bener2 menunjukkan aura lebaran, di mana budaya konsumtif masyarakat mencapai puncaknya. Setelah dari 2 toko sepatu dan tidak ada satupun model yang cocok menurut selera dan harga, akhirnya pulang daripada memaksakan masuk 'mall' yg dari luar udh tampak berjubel, Omigod . . . . parkiran sampai mengganggu lalu lintas jalanan.
Sampai rumah, main game ama hubby :) karena bosen n g bisa mainnya, akhirnya pisah deh meski masih di ruangan yang sama, hubby nge-game, aku online.
Lalalalalala, enaknya liburan :)
Antri melatih kesabaran??? uneg2 eneg
Hari ini aku mengalami 'bad experience' di RSUD Jb*, antri mulai jam 8 pagi, jam 10 baru dipanggil masuk untuk melihat hasil rontgen kemarin, abis itu antri resep dari jam 10.15 smpe jam 12.45 baru dipanggil. Iya klo aq pengangguran gpp 'all day long' g masalah, nah ini kan menyita byk waktu, mana toiletnya kotor banget, huft. Jd su'udzon, apa krn aku pake asuransi jamsos**k ya jd dbelakangin antriannya?, masalahx orang2 yg dtg setelah aku malah dipanggil duluan. Janji dalam hati, g bakal aku mau ke situ lagi, mending ke dokter langsung, biar bayar mahal tp dilayani dg baik drpd bayar tiap bulan tp pas memanfaatkan fasilitasnya malah disepelekan. Miris banget ama pelayanan kesehatan yang buruk di Indonesia :'(
Minggu, 21 Agustus 2011
I'm come back
Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis di blog lagi setelah sekian bulan lost the password :) meski blm pny temen di blog gpp deh, yg penting punya media buat nulis :)
Langganan:
Komentar (Atom)