Jumat, 14 Oktober 2011

Belajar menjadi GURUNYA MANUSIA

Belum tuntas membaca Gurunya Manusia by Munib Chatib, sudah cukup rasanya untuk membuka mata/mengintropeksi diri tentang cara yang selama ini aku lakukan dalam mengajar. Meski bukan tipekal teacher oriented, tp 50% dari proses pembelajaran di kelas memang aku gunakan untuk ceramah (yang oleh pak Munif SANGAT DILARANG, porsinya 30 : 70 saja . Bukan tanpa alasan sebenarnya aku menggunakan metode ceramah, anak-anak sudah terbiasa dengan metode ceramah, sehingga bagi mereka kalo guru belum menerangkan berarti wajar kalo mereka nggak bisa, nah repot kan?. Butuh waktu memang untuk mengubah pandangan anak-anak, mereka yang dari kecil terbiasa di sekolah yang 'menyuapi' materi, tentu merasa agak kaget dengan metode non ceramah, misal: ketika diskusi pasif, ketiga tugas kelompok tidak bisa bekerjasama dengan baik, de el el. Semoga dengan membaca sampai khatam buku pak Munif bisa memperbaiki cara mengajarku di sekolah dan anak-anakku kelak :) Aku juga ingin menjadi guru yang selalu dinantikan oleh murid-murid meski bagi banyak anak pelajaran Sejarah adalah pelajaran hafalan yang 'membosankan'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar