Kamis, 27 Oktober 2011

Belajar Mengajar dengan Hati

Menghadapi murid yang kurang pintar, nakal atau tidak mempunyai motivasi belajar adalah sebuah tantangan bagi setiap guru (pendidik). Menghadapi siswa kurang pintar, guru hanya butuh kesabaran(ketelatenan) untuk mengulang dan mengulang lagi materi sampai si anak mengerti. Menghadapi siswa yang nakal tidak cukup hanya dengan kesabaran tetapi juga dengan  tindakan (bekerjasama dengan guru BK dan waka kesiswaan) mencari tahu apa penyebab kenakalan anak dan tindak lanjut apa yang perlu dilakukan pihak sekolah untuk mengatasinya. Sedangkan menghadapi siswa dengan motivasi belajar 'nol' adalah sebuah tantangan yang bisa saya katakan 'cukup menguras energi' karena diperlukan kesabaran/ketelatenan, kepedulian dan kasih sayang atau bisa saya istilahkan 'mengajar dengan hati'. Mungkin terdengar berat dan mungkin naif untuk sebagian orang, tetapi percayalah begitu kita bisa masuk celah 'hati' anak-anak (siswa) dengan kasih sayang dan empati kita, maka anak-anak akan bisa menemukan kembali motivasi belajar nya yang menguap atau bahkan sempat menghilang. Meski belum merasa sepenuhnya berhasil menjadi GURUNYA MANUSIA, tetapi saya mempunyai beberapa tips 'mengajar dengan hati'
1. Berpikir Positif sebelum mengajar, jangan bayangkan penolakan siswa pada pelajaran kita, jangan bayangkan siswa terbandel di kelas, jangan berpikir negatif tentang siswa yang akan qta temui di kelas. Sebaliknya, pikirkan bahwa anda akan bertemu dengan anak-anak yang manis, yang sering merajuk karena minta perhatian, yang utuh figur orang tua untuk berkeluh kesah dan hal-hal lainnya yang positif/menenangkan
2. Tularkan Energi Positif kita ketika masuk ke dalam kelas dengan salam, senyum, wajah ceria dan seolah tidak akan mengajar mereka, tetapi hanya berbagi sesuatu yang anda miliki. 
3.  Berilah Empati anda dengan menanyakan kabar mereka hari ini, apakah mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan anda berikan hari ini? Perhatian mereka akan sedikit demi sedikit bertambah pada anda karena mereka merasa dipedulikan oleh gurunya.
4. Buatlah Apersepsi yang dapat menarik perhatian siswa sehingga tanpa anda paksapun siswa akan mengikuti alur yang anda ciptakan. Kalau dalam buku Pak Munib Chatib, ada beberapa macam apersepsi, misal : cerita lucu/humor, warming, brain gym, video pendek yang bisa memancing keingintahuan mereka, membahas suatu masalah yang sedang 'In' atau 'booming' saat ini (misal segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea, entah boyband, drama korea, kekalahan MU saat Derby dengan Manchester City, atau tewasnya mArco Simoncelli di GP Sepang-Malaysia, dll) lalu mengaitkannya dengan materi kita. Bagaimana cara mengaitkannya? itu bergantung pada kemampuan anda untuk berinovasi dan berimprovisasi dalam menyampaikan materi yang bisa dihubungkan dengan peristiwa2 tsb.
Untuk membuat Apersepsi yang menarik, kita memang dituntut untuk kreatif dan selalu up to date terhadap segala sesuatu yang  terjadi di sekitar kita, up to date pada selera anak-anak, mencoba masuk untuk mengerti dan memahami dunia anak, bukan memaksa mereka mengerti dan memahami dunia kita. (Kata Gibran, anak-anak adalah busur panah yang sudah kita lepaskan dan tidak bisa kembali lagi pada kita, artinya zaman mereka dengan kita sudah jauh berbeda)
Belajar tidak bisa satu arah (dari guru saja), tetapi harus dua arah, sehingga pemebelajaran harus mellibatkan siswa secara aktif, gunakan cara yang Inovatif dan Kreatif tetapi tetap efektif dan tentu saja menyenangkan (PAIKEM).
Menurut saya, setiap manusia adalah pembelajar, tidak ada kata akhir untuk berhenti belajar karena zaman terus berlari meninggalkan kita. Untuk menjadi sempurna tentunya sebuah kemustahilan, tetapi dengan keinginan kuat agar selalu menjadi lebih baik, insyaallah hasil terbaik dapat kita peroleh. Mari mengajar dengan hati, insyaallah kita bisa menjadi guru yang dinanti oleh para siswa kita, amiiiin



Senin, 24 Oktober 2011

Komunikata

Setelah minggu lalu merasa 'berhasil'TTS, minggu ini aku ingin mencoba membuat metode seperti kuis komunikata, yang formatnya agak aku ubah sedikit. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Siswa yang paling depan, nantinya bertugas menulis jawaban di papan tulis,2 orang teman di belakangnya bertugas menyampaikan pesan/kata yang telah disampaikan oleh teman ke-4 (berdiri paling belakang), yang telah mendapat kata kunci dari guru, kata kunci yang diberikan bisa 4-5 kata, kelompok mana yang lebih dulu menyelesaikan dan benar semua akan mendapat hadiah dari guru. Belum buat kata kuncinya sih, tapi optimis kalo metode ini bakal menarik buat anak-anak, terutama yang biasanya tidak bisa duduk :D

Jumat, 21 Oktober 2011

TTS untuk minggu ini

Minggu ini aku sedang gemar menggunakan TTS sebagai media pembelajaran di kelas, alhamdulillah sangat efektif membuat anak-anak mau membaca buku dan antusias mengerjakannya, bahkan kelas 8 yang bagiku juga guru-guru lain sangat sangat 'sulit untuk dikendalikan' berhasil 'kukendalikan' dengan media ini. Minggu depan adalah tantangan selanjutnya untuk mencuri perhatian anak-anak, mungkin aku akan membuat semacam kuis 'komunikata'  atau 'whispering contest' di mana anak-anak tidak terkungkung di bangkunya, tapi bisa berdiri dan bergerak leluasa.  Selain itu aku juga berencana untuk memberikan ice breaking berupa permainan (entah apa, belum mengobok2 file fasilitator hubby:) yang bisa membuat mereka tetap enjoy dengan pelajaran sejarah saat mereka terlihat jenuh/bosan. Harus diakui, pelajaran sejarah bagi banyak anak 'bikin ngantuk' dan akhirnya 'mendengkur' :D Semoga dengan cara-cara yang coba aku lakukan ini, pelajaranku menjadi pelajaran yang dinanti oleh anak-anak. 
Awalnya aku membuat kotak-kotak di word lalu excel, ternyata sangat menyita waktu untuk membuat TTS untuk 1 jenjang kelas, setelah cerita pada seorang teman, ternyata ada softwarenya, yaitu eclipscrossword.com. Waaaaah, ternyata nggak perlu lama untuk membuat TTS :) Tinggal buat soal+jawabannya, lalu masukkan deh ke eclipscrossword, taraaaa . . . . . jadi deh :D

Jumat, 14 Oktober 2011

Belajar menjadi GURUNYA MANUSIA

Belum tuntas membaca Gurunya Manusia by Munib Chatib, sudah cukup rasanya untuk membuka mata/mengintropeksi diri tentang cara yang selama ini aku lakukan dalam mengajar. Meski bukan tipekal teacher oriented, tp 50% dari proses pembelajaran di kelas memang aku gunakan untuk ceramah (yang oleh pak Munif SANGAT DILARANG, porsinya 30 : 70 saja . Bukan tanpa alasan sebenarnya aku menggunakan metode ceramah, anak-anak sudah terbiasa dengan metode ceramah, sehingga bagi mereka kalo guru belum menerangkan berarti wajar kalo mereka nggak bisa, nah repot kan?. Butuh waktu memang untuk mengubah pandangan anak-anak, mereka yang dari kecil terbiasa di sekolah yang 'menyuapi' materi, tentu merasa agak kaget dengan metode non ceramah, misal: ketika diskusi pasif, ketiga tugas kelompok tidak bisa bekerjasama dengan baik, de el el. Semoga dengan membaca sampai khatam buku pak Munif bisa memperbaiki cara mengajarku di sekolah dan anak-anakku kelak :) Aku juga ingin menjadi guru yang selalu dinantikan oleh murid-murid meski bagi banyak anak pelajaran Sejarah adalah pelajaran hafalan yang 'membosankan'

Jumat, 07 Oktober 2011

J e n u h

Jenuh dengan aktivitas beberapa minggu terakhir ini, setiap hari dikejar deadline (padahal bkn wartawan, hehe), berangkat pagi pulang malam, biasanya sampai rumah masih sempat baca buku or nonton film, 2 minggu ini g sempat lagi. Klo biasax buka leppy cm buat online, skrg buat ngerjain tugas sekolah yang seabrek bin bejibun. Mata capek, leher capek, punggung nyeri, belum lagi otak capek buat bagi waktu . . . .huft:'( resiko double job sih, wkwkwk. Untungnya semangat kerja tetap menyala :) meski badan rasax remuks. Fortunatelly, aku punya 'great hubby' yang siap sedia membantu sebagian tugas2ku soal edit-mengedit :)

Jumat, 30 September 2011

9 Summers 10 autumns

Akhirnya hari ini selesai juga baca novel Iwan Setyawan rekomendasi dari seorang teman:) Novel yang sangat inspiratif dan menyentuh dengan segala kesederhanaan dan cinta keluarga yang diusung di dalamnya. Ingin sekali meminjami murid-muridku novel ini, untuk meyakinkan mereka bahwa pendidikan tidak sekedar 'penting' tapi sangat penting untuk membuat seseorang bisa mengenal dunia lebih luas dari yang selama ini diketahuinya. Sama bersemangatnya aku menunjukkan kisah Lintang dalam Laskar Pelangi yang bersepeda puluhan kilo hanya untuk merasakan sekolah dasar. Sayangnya murid-muridku sudah terlanjur melihat potret buram pendidikan di tanah air tercinta serta 'kekurangmampuan' pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Bagimana tidak, ketika aku bilang bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan, mereka dengan bersungut menjawab : emang sekolah tinggi bisa jamin kita dapat kerja yang bagus ustadzah? tetangga saya banyak tuh sarjana tapi masih nganggur juga sampai sekarang? selain itu biaya kuliah kan nggak murah, harusnya pemerintah membuat kebijakan dong supaya pendidikan untuk semua tidak sekedar slogan tapi kenyataan, nah buktinya mau masuk PTN biayanya besar sekali, kan tidak semua orang tua mempunyai keberanian untuk mempertaruhkan segalanya untuk meng'kuliah'kan anak sedangkan anak-anak yang lain masih butuh makan dan sekolah juga??? sempat speachless mendapat bombardir pertanyaan yang tak terduga, meski akhirnya bisa menguasai diri dan kembali meyakinkan mereka bahwa 'penting'nya pendidikan tidak hanya untuk mencari pekerjaan (sedikit naif memang, mengingat sampai hari ini kita masih tinggal di bumi Indonesia, tapi ini untuk menyakinkan murid-muridku tersayang) tetapi lebih pada 'investasi jangka panjang' yang banyak manfaatnya dalam bentuk non materi, misal: mengubah pola pikir. Meski masih kulihat keraguan dan ketidakpercayaan di mata mereka tentang arti penting pendidikan, setidaknya ini baru awal bagiku untuk membuka jalan mereka supaya berani 'bermimpi' atau 'bercita-cita'

Jumat, 26 Agustus 2011

9 Matahari by Adenita

Baru saja menyelesaikan membaca novel 9 matahari by Adenita. Very inspiring . . . two thumbs for her:) Buku yang bagus untuk dibaca remaja ABG (SMP-SMA) or calon mahasiswa. Melihat betapa perjalanan mengejar impian menjadi 'sarjana' seorang Matahari  untuk bisa menjadi manusia yang mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya, mempu membuat mengakui 'eksistensinya' dan keyakinan bahwa pendidikan adalah salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidaktauan tentang kehidupan. Jadi ingat dengan salah satu siswaku di LBB yang skrg kls.12 ips, dia anak orang mampu tapi dia mengeluh bingung enaknya kuliah atau nggak ya mbak? katanya suatu ketika, aq jawab: ya harus kuliah dunk dik. Tapi kuliah jurusan apa n di mana mbak enaknya? 'enaknya' menjadi kata yang menunjukkan bahwa kemampuan finansial orang tuanya sangat mampu untuk menguliahkannya di mana saja dia mau. Harusnya dia baca buku ini, untuk tahu bahwa di luar sana bayaaaak banget anak-anak seusia dia yang merajut mimpi untuk bisa merasakan pendidikan universitas tapi terbentur biaya. Lalu mulailah aku memberi nasehat panjang lebar tentang pentingnya kuliah, senangnya kuliah, suka duka kuliah dll untuk memotivasi dia supaya dia segera punya tujuan jurusan untuk kuliah. Aku tekankan pada dia, menjadi sarjana tidak sekedar untuk mencari kerja apalagi hanya untuk gaya or prestice, no. Kuliah itu pendidikan tingkat atas yang akan menunjukkan kamu banyak hal tentang hiudp, yang akan mengubah pola pikir kamu sebagai seseorang, yang akan memberimu banyak pengalaman hidup luar biasa (kalau kamu mau aktif di berbagai kegiatan yang tidak sekedar ada di runag kuliah saja). Aku masih memberinya waktu untuk berpikie, nanti kalo udh masuk lagi akan aku tanya dan aku minta dia untuk membaca 9 matahari :)