Menghadapi murid yang kurang pintar, nakal atau tidak mempunyai motivasi belajar adalah sebuah tantangan bagi setiap guru (pendidik). Menghadapi siswa kurang pintar, guru hanya butuh kesabaran(ketelatenan) untuk mengulang dan mengulang lagi materi sampai si anak mengerti. Menghadapi siswa yang nakal tidak cukup hanya dengan kesabaran tetapi juga dengan tindakan (bekerjasama dengan guru BK dan waka kesiswaan) mencari tahu apa penyebab kenakalan anak dan tindak lanjut apa yang perlu dilakukan pihak sekolah untuk mengatasinya. Sedangkan menghadapi siswa dengan motivasi belajar 'nol' adalah sebuah tantangan yang bisa saya katakan 'cukup menguras energi' karena diperlukan kesabaran/ketelatenan, kepedulian dan kasih sayang atau bisa saya istilahkan 'mengajar dengan hati'. Mungkin terdengar berat dan mungkin naif untuk sebagian orang, tetapi percayalah begitu kita bisa masuk celah 'hati' anak-anak (siswa) dengan kasih sayang dan empati kita, maka anak-anak akan bisa menemukan kembali motivasi belajar nya yang menguap atau bahkan sempat menghilang. Meski belum merasa sepenuhnya berhasil menjadi GURUNYA MANUSIA, tetapi saya mempunyai beberapa tips 'mengajar dengan hati'
1. Berpikir Positif sebelum mengajar, jangan bayangkan penolakan siswa pada pelajaran kita, jangan bayangkan siswa terbandel di kelas, jangan berpikir negatif tentang siswa yang akan qta temui di kelas. Sebaliknya, pikirkan bahwa anda akan bertemu dengan anak-anak yang manis, yang sering merajuk karena minta perhatian, yang utuh figur orang tua untuk berkeluh kesah dan hal-hal lainnya yang positif/menenangkan
2. Tularkan Energi Positif kita ketika masuk ke dalam kelas dengan salam, senyum, wajah ceria dan seolah tidak akan mengajar mereka, tetapi hanya berbagi sesuatu yang anda miliki.
3. Berilah Empati anda dengan menanyakan kabar mereka hari ini, apakah mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan anda berikan hari ini? Perhatian mereka akan sedikit demi sedikit bertambah pada anda karena mereka merasa dipedulikan oleh gurunya.
4. Buatlah Apersepsi yang dapat menarik perhatian siswa sehingga tanpa anda paksapun siswa akan mengikuti alur yang anda ciptakan. Kalau dalam buku Pak Munib Chatib, ada beberapa macam apersepsi, misal : cerita lucu/humor, warming, brain gym, video pendek yang bisa memancing keingintahuan mereka, membahas suatu masalah yang sedang 'In' atau 'booming' saat ini (misal segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea, entah boyband, drama korea, kekalahan MU saat Derby dengan Manchester City, atau tewasnya mArco Simoncelli di GP Sepang-Malaysia, dll) lalu mengaitkannya dengan materi kita. Bagaimana cara mengaitkannya? itu bergantung pada kemampuan anda untuk berinovasi dan berimprovisasi dalam menyampaikan materi yang bisa dihubungkan dengan peristiwa2 tsb.
Untuk membuat Apersepsi yang menarik, kita memang dituntut untuk kreatif dan selalu up to date terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, up to date pada selera anak-anak, mencoba masuk untuk mengerti dan memahami dunia anak, bukan memaksa mereka mengerti dan memahami dunia kita. (Kata Gibran, anak-anak adalah busur panah yang sudah kita lepaskan dan tidak bisa kembali lagi pada kita, artinya zaman mereka dengan kita sudah jauh berbeda)
Belajar tidak bisa satu arah (dari guru saja), tetapi harus dua arah, sehingga pemebelajaran harus mellibatkan siswa secara aktif, gunakan cara yang Inovatif dan Kreatif tetapi tetap efektif dan tentu saja menyenangkan (PAIKEM).
Menurut saya, setiap manusia adalah pembelajar, tidak ada kata akhir untuk berhenti belajar karena zaman terus berlari meninggalkan kita. Untuk menjadi sempurna tentunya sebuah kemustahilan, tetapi dengan keinginan kuat agar selalu menjadi lebih baik, insyaallah hasil terbaik dapat kita peroleh. Mari mengajar dengan hati, insyaallah kita bisa menjadi guru yang dinanti oleh para siswa kita, amiiiin